Harga perak melemah ke US$63,80 per troy ounce selama perdagangan Asia pada hari Kamis, menghapus sebagian kenaikan dari upaya pemulihan sebelumnya di dekat level US$67,00. Penurunan ini terjadi setelah kombinasi dua faktor makro AS — data nonfarm payrolls yang jauh lebih kuat dari perkiraan dan inflasi CPI tertinggi sejak April 2023 — mendorong ekspektasi suku bunga lebih tinggi, sehingga memberikan tekanan baru pada logam yang tidak menghasilkan imbal hasil ini.
Risiko langsung saat ini adalah pengujian kembali level terendah enam bulan pada 23 Maret di US$61,01. Jika level tersebut ditembus, maka batas bawah pola falling wedge di sekitar US$61,80 dianggap gagal bertahan, membuka potensi penurunan lebih lanjut menuju area US$58.
Apa yang Mendorong Pergerakan Ini?
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan nonfarm payrolls bulan Mei sebesar 172.000 pada 5 Juni, lebih dari dua kali lipat konsensus pasar sebesar 85.000. Data tersebut mendorong pasar CME FedWatch untuk memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Fed pada bulan Desember sebesar 72%, naik dari 45% pada pekan sebelumnya.
Kemudian pada 10 Juni, CPI bulan Mei tercatat sebesar 4,2% secara tahunan, level tertinggi sejak April 2023. Subindeks energi naik 3,9%, mencerminkan tekanan harga minyak yang terkait dengan ketegangan Iran.
Bagi perak, dampaknya cukup langsung. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi memperkuat dolar AS dan meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil. Harga perak telah turun sekitar 16% dari puncaknya di awal Juni pada US$76 karena tekanan makro mengalahkan faktor pendukung dari sisi pasokan.
Gambaran Fundamental Lebih Kompleks dari yang Ditunjukkan Harga
Di balik aksi jual yang terjadi, kondisi fundamental penawaran dan permintaan perak masih menunjukkan keketatan struktural.
Menurut World Silver Survey 2026 dari Silver Institute, pasar perak diperkirakan akan mengalami defisit pasokan tahunan untuk tahun keenam berturut-turut, dengan kekurangan sebesar 46,3 juta ounce, meningkat dari 40,3 juta ounce pada 2025. Produksi tambang diperkirakan turun 0,3% menjadi 844,1 juta ounce, sebuah keterbatasan yang sulit diatasi dalam waktu singkat.
Namun, permintaan industri menunjukkan sinyal yang beragam. Penggunaan perak dalam sektor fotovoltaik diperkirakan turun 19% pada 2026 menjadi sekitar 151 juta ounce karena produsen panel surya mengurangi kandungan perak untuk menekan biaya.
Di sisi lain, permintaan dari pusat data AI, elektronik otomotif, dan infrastruktur 5G terus meningkat.
Rasio Emas/Perak saat ini berada di level 63,9 — tertinggi sepanjang 2026 dan naik tajam dari 55,1 pada Mei — yang menunjukkan bahwa perak menjadi jauh lebih murah dibandingkan emas. Secara historis, rasio pada kisaran ini sering mendahului periode ketika perak mengungguli emas selama pemulihan pasar logam mulia.
Level Penting yang Perlu Diperhatikan
Di sisi bawah, area US$61,80–US$61,01 merupakan zona support yang sangat penting. Penutupan harian di bawah US$61,01 akan menghilangkan dasar teknikal yang terbentuk sejak Maret dan membuka peluang penurunan menuju area US$58.
Di sisi atas, hambatan pertama berada pada EMA 9 hari di US$68,88, diikuti batas atas pola falling wedge di sekitar US$70,10. Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas US$70,10, bias jangka pendek dapat berubah menjadi lebih bullish dan membuka jalan menuju EMA 50 hari di US$74,68 — level yang sejalan dengan proyeksi rata-rata harga perak tahun 2026 dari JPMorgan sekitar US$81 per ounce.
Pertemuan FOMC pada 17 Juni menjadi peristiwa paling penting dalam jangka pendek. Dot plot dan panduan kebijakan dari Ketua Fed Warsh akan menentukan apakah tekanan makro saat ini akan semakin kuat atau mulai mereda.
Sumber Data: Silver Institute World Silver Survey 2026 (silverinstitute.org); Biro Statistik Tenaga Kerja AS (bls.gov); CME FedWatch Tool (cmegroup.com); Rasio Emas/Perak: goldsilver.com, 10 Juni 2026.
Peringatan Risiko: Perdagangan logam mulia melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh modal yang diinvestasikan. Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.
