- Emas mencatat kenaikan marjinal pada hari Senin tetapi tetap berada dalam kisaran sebelumnya di sekitar $4.000.
- Harapan awal akan adanya de-eskalasi di Iran telah meredakan penghindaran risiko pada hari Senin.
- XAU/USD mendekati ujung pola descending triangle di area $4.000.
Emas (XAU/USD) menunjukkan kenaikan marjinal pada hari Senin, saat pemulihan Dolar AS terhenti dan harga Minyak pullback dari level tertinggi. Logam mulia ini tetap dibatasi di bawah resistance garis tren menurun, tetapi upaya penurunan tetap ditopang di atas area $3.965, sehingga membentuk pola descending triangle
Ketegangan yang masih membara di Timur Tengah membuat rally Emas tetap terbatas, tetapi komentar terbaru dari pejabat Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang mengisyaratkan bahwa upaya untuk de-eskalasi konflik sedang berlangsung, telah memberikan secercah harapan pada hari Senin. Selera risiko memberi tekanan tambahan pada Dolar AS dan menarik harga Minyak turun dari tertinggi satu bulan, yang merupakan kabar baik bagi Emas.
Dolar AS juga tetap terbebani oleh data inflasi AS yang lebih lemah dari prakiraan yang dirilis minggu lalu, yang mendorong para investor menurunkan ekspektasi terhadap pengetatan moneter Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
Analisis Teknis: Formasi Triangle dan Divergensi Bullish

XAU/USD diperdagangkan di $4.021, dengan struktur bearish masih berlaku, namun dengan formasi triangle dan beberapa divergensi bullish pada Relative Strength Index (RSI), yang mengindikasikan bahwa para penjual mungkin telah kehabisan tenaga. RSI 4 jam telah pulih menuju level netral sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah berbalik positif, mengisyaratkan minat beli mulai terbentuk tetapi masih terbatas.
Namun, para pembeli harus menembus bagian atas triangle, yang kini berada di sekitar $4.050, untuk mengonfirmasi pergeseran tren, dengan target ke area $4.100 (tertinggi 14 Juli) dan area $4.210 (tertinggi 6 Juli). Penembusan di bawah level terendah tahun berjalan $3.941 akan mengekspos level terendah Oktober 2025, di $3.886. Lebih jauh ke bawah, ekstensi Fibonacci 127,2% dari penurunan akhir Juni, di area $3.830, muncul sebagai target berikutnya.
(Analisis teknis dalam berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
