- Emas turun ke area $4.530 pada hari Kamis tetapi tetap stabil dalam kisaran mingguan.
- Harapan moderat terhadap kesepakatan AS-Iran menahan para pembeli Dolar AS.
- Logam mulia mencari arah antara $4.580 dan terendah delapan minggu, di $4.455.
Emas (XAU/USD) terus mencari arah pada hari Kamis, menunjukkan penurunan marginal dalam kisaran mingguan. Upaya kenaikan tetap terbatas di bawah $4.580, dengan para penjual terkendali di atas area $4.455. Komentar Presiden AS, Trump, yang mengisyaratkan kesepakatan damai dengan Iran telah meningkatkan sentimen pasar, menahan para pembeli Dolar AS, tetapi para investor tetap berhati-hati setelah banyak ketidakpastian.
Indeks Dolar AS turun pada hari Rabu setelah Trump menegaskan bahwa AS berada pada tahap akhir perundingan dengan Iran. Presiden AS juga mengatakan bahwa opsi militer tetap terbuka, tetapi pasar merespons dengan kelegaan yang moderat. Komentar Trump mengimbangi risalah rapat Federal Reserve yang condong hawkish yang mengonfirmasi kemungkinan kenaikan suku bunga kembali menjadi pertimbangan.
Dalam kalender pada hari Kamis, PMI S&P Global Pendahuluan AS diprakirakan menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi tetap kuat pada bulan Mei meskipun ada perang Iran, meskipun sektor manufaktur mungkin menunjukkan perlambatan ringan. Angka-angka ini mungkin memberikan dukungan tambahan bagi USD.
Analisis Teknis: Diperdagangkan dalam Kisaran dengan Indikator Momentum Beragam
XAU/USD diperdagangkan di $4.532, mempertahankan sentimen terbatas, dengan indikator-indikator momentum yang beragam. Relative Strength Index (RSI) berada sedikit di bawah garis tengah netral, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) berubah positif, mengisyaratkan bahwa momentum ke bawah memudar tetapi belum cukup kuat untuk mengubah bias bearish yang lebih luas.
Di sisi atas, resistance di atas $4.580 (tertinggi 18 Mei) menahan para pembeli untuk saat ini. Di atas level ini, terendah 11 dan 12 Mei di sekitar area $4.650 kemungkinan akan menjadi resistance sebelum puncak Mei di area $4.770. Support awal muncul di terendah hari Rabu di area $4.455. Konfirmasi di bawah level tersebut akan membuka jalan menuju terendah 26 Maret di area $4.350.
(Analisis teknis dalam cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Pertanyaan Umum Seputar Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.
