Ringkasan Utama
🏛️ Menteri Keuangan AS Bessent menyatakan Kementerian Keuangan dapat memperbesar skala program pembelian kembali obligasi negara. Ia menyampaikan pemerintahan Trump berencana memangkas belanja publik untuk menahan lonjakan imbal hasil obligasi jangka panjang.
🛢️ Rencana penerapan sanksi terberat sepanjang sejarah AS terhadap Iran mendorong harga minyak melonjak. WTI naik 2,33% menjadi $87,83/barel, Brent naik 2,36% menjadi $93,78/barel, kekhawatiran tekanan inflasi kembali muncul di pasar.
I. Tinjauan Pasar
Peristiwa Penting
‑ 🏛️ Bessent usulkan perbesaran pembelian kembali obligasi: Dalam wawancara CNBC, Bessent menyampaikan Kementerian Keuangan dapat menambah skala pembelian kembali, “setiap sesi transaksi bisa melebihi $40 miliar”. Pemerintahan Trump juga akan melakukan pemangkasan belanja untuk membendung kenaikan imbal hasil jangka panjang. → Imbal hasil obligasi AS 10‑tahun naik 4,5 bps ke 4,698%; 30‑tahun naik 4,4 bps ke 5,238%. Pasar masih ragu efektivitas intervensi pemerintah sehingga imbal hasil terus naik.
‑ 🛢️ AS umumkan rencana sanksi berat terhadap Iran: Bessent mengonfirmasi Washington akan memberlakukan paket sanksi terberat kepada Iran, mengutamakan instrumen ekonomi alih‑alih melancarkan operasi militer berskala besar baru. → Minyak WTI +2,33% pada $87,83/barel; Minyak Brent +2,36% pada $93,78/barel.
Pandangan Eksklusif
Pernyataan Bessent menunjukkan pemerintah telah menyadari risiko besar dari melonjaknya imbal hasil jangka panjang, namun rencana perluasan pembelian kembali saat ini baru sebatas pernyataan lisan. Menurunnya kepercayaan pasar terhadap efektivitas intervensi mendorong imbal hasil naik kembali. Sementara itu, kenaikan harga minyak menjadi faktor risiko yang lebih nyata. Paket sanksi berat akan memperketat ekspor minyak Iran. Meskipun risiko konflik militer berskala besar menurun, ketidakseimbangan pasokan struktural belum teratasi.
II. Pergerakan Pasar Semalam

‑‑ Saham AS: Dow Jones -1,32% di 52759,21; S&P 500 -0,87% di 7641,16; Nasdaq Composite -1,00% di 26067,17.
‑‑ Saham Eropa: STOXX 600 -0,12% di 650,35, turun tujuh sesi berturut‑turut, penurunan terpanjang sejak September 2023.
‑‑ Pasar Obligasi: Imbal hasil obligasi AS 10‑tahun +4,5 bps di 4,698%; 30‑tahun +4,4 bps di 5,238%.
‑‑ Komoditas: Minyak WTI Sep +2,33% di $87,83/barel; Brent +2,36% di $93,78/barel. Emas spot +0,08% di $4519,36/oz; Perak +1,16% di $68,0944/oz.
‑‑ Valas: Indeks Dolar AS +0,06% di 98,89; EUR/USD tetap di 1,1678.
‑‑ Kripto: Bitcoin menguat di atas 4,8%; Ethereum naik 2,84%, mencapai titik tertinggi intraday $2359,54.
III. Berita Makro
1. 🏛️ Bessent: Kementerian Keuangan dapat perbesar pembelian kembali obligasi, pemerintahan Trump lakukan pemangkasan belanja
Bessent berpendapat imbal hasil obligasi jangka panjang yang mencapai level multi dekade tidak sejalan dengan fundamental ekonomi riil. Kementerian Keuangan dapat menambah skala pembelian kembali, “setiap operasi bisa melebihi $40 miliar”. Pemerintahan Trump mendorong pemangkasan belanja untuk membatasi kenaikan imbal hasil.
Insight: Menganggap imbal hasil tinggi menyimpang dari fundamental ekonomi, disertai pembelian kembali obligasi dan pengendalian fiskal, menunjukkan otoritas memahami dampak fiskal yang serius akibat kenaikan suku bunga di tengah utang nasional senilai $40 triliun.
2. 🛢️ AS siapkan paket sanksi bersejarah terhadap Iran, harga minyak melonjak
Bessent menegaskan instrumen ekonomi menjadi prioritas dibanding operasi militer berskala besar untuk menekan Iran. Ekspor minyak mentah Arab Saudi bulan Juni pulih menjadi 3,993 juta barel per hari dari 3,434 juta barel per hari, namun masih di bawah level sebelum konflik.
Insight: Paket sanksi yang belum pernah ada sebelumnya akan semakin membatasi aliran ekspor minyak Iran. Kenaikan harga minyak mencerminkan ekspektasi sanksi sekaligus guncangan pasokan nyata akibat gangguan berkelanjutan di Selat Hormuz.
IV. Berita Perusahaan
1. 🚀 Anthropic mengincar IPO terbesar dalam sejarah, menyaingi SpaceX; pendapatan tahunan melebihi $65 miliar, persaingan pencatatan perusahaan AI semakin ketat.
2. 🤖 CFO OpenAI menyampaikan ARR kuartal ketiga naik 35%, menargetkan IPO pada 2027 atau lebih awal. Informasi disampaikan dalam rapat seluruh karyawan internal.
3. 🛒 Pertumbuhan penjualan toko sama Walmart kuartal 2 mencapai titik terendah enam tahun disertai proyeksi laba yang kurang optimis. Saham anjlok lebih dari 9%, menandakan daya beli konsumen mulai melemah.
V. Fokus Hari Ini
· 📊 Data PMI manufaktur, jasa, komposit Agustus AS, Zona Euro, Inggris, Jepang. Data ini dirilis segera setelah kenaikan harga minyak, untuk mengukur seberapa besar dampak biaya energi yang lebih tinggi terhadap aktivitas ekonomi riil.
· 🇯🇵 CPI Jepang Juli: indikator kunci yang membentuk ekspektasi kenaikan suku bunga Bank of Japan.
