Kementerian Dalam Negeri Suriah menyatakan telah menyita pengiriman senjata dan rudal yang melintas dari Irak dan diduga ditujukan kepada Hezbollah di Lebanon, menurut kantor berita pemerintah SANA.
Menurut otoritas Suriah, penyelidikan masih berlangsung dan temuan awal menunjukkan Hezbollah diduga menjadi tujuan pengiriman tersebut.
Insiden ini terjadi ketika pemerintahan Suriah yang dipimpin Presiden Ahmed al-Sharaa terus membentuk kembali kebijakan keamanan regional setelah bertahun-tahun konflik internal. Hezbollah sebelumnya mendukung mantan Presiden Bashar al-Assad selama perang saudara Suriah.
Reuters melaporkan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Juni lalu bahwa ia telah membahas isu keamanan regional, termasuk Hezbollah, dengan Presiden al-Sharaa. Penyitaan tersebut mendapat perhatian di tengah berlanjutnya hubungan diplomatik antara Suriah dan Amerika Serikat.
Kantor Presiden Lebanon Joseph Aoun menyatakan bahwa al-Sharaa kembali menegaskan komitmen Suriah untuk menghormati kedaulatan Lebanon dan tidak mencampuri urusan dalam negeri negara tersebut.
Peristiwa ini juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang terus dipantau karena dapat memengaruhi sentimen pasar dan harga komoditas, terutama energi.
Menurut otoritas Suriah, penyelidikan masih berlangsung dan informasi tambahan dapat diumumkan setelah proses investigasi selesai.
Sumber: Reuters, mengutip kantor berita pemerintah Suriah SANA. Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi.
