Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di sekitar level terendah dalam empat bulan, yakni sekitar US$69,40 per barel pada sesi Eropa hari Rabu, ketika pelaku pasar memantau peningkatan lalu lintas kapal di Selat Hormuz serta perkembangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurut perusahaan pelacak kapal tanker Kpler, sekitar 24 kapal komoditas, termasuk kapal tanker minyak mentah, kapal LNG, dan kapal curah, melintasi Selat Hormuz ke dua arah pada hari Senin dan pergerakan kapal berlanjut hingga Selasa. Menurut US Energy Information Administration (EIA), Selat Hormuz menangani lebih dari seperempat perdagangan minyak dunia melalui jalur laut serta sekitar seperlima konsumsi minyak global, sehingga menjadi salah satu jalur pelayaran energi terpenting di dunia.
Perkembangan diplomatik juga tetap menjadi perhatian pasar. Utusan Amerika Serikat Jared Kushner dan Steve Witkoff tiba di Doha pada Selasa untuk mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Qatar mengenai proses negosiasi yang lebih luas antara Amerika Serikat dan Iran, menurut juru bicara pemerintah Qatar. Hingga saat ini belum ada pertemuan langsung antara pejabat Amerika Serikat dan Iran yang diumumkan, dan pelaku pasar terus memantau perkembangan proses diplomatik tersebut.
Dari sisi pasokan, American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun sebesar 6,072 juta barel pada pekan yang berakhir 27 Juni, lebih besar dibandingkan penurunan 765.000 barel pada pekan sebelumnya maupun ekspektasi pasar sekitar 4,1 juta barel. Meskipun penurunan persediaan lebih besar dari perkiraan, harga minyak tetap berada di bawah tekanan seiring investor terus mengevaluasi perkembangan geopolitik.
Pelaku pasar kini menantikan laporan persediaan mingguan resmi dari US Energy Information Administration (EIA), yang diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lanjut mengenai kondisi pasokan minyak Amerika Serikat di tengah perkembangan geopolitik dan pasar global.
