Pound Sterling Melemah ke Sekitar 1,3234 Menjelang Data Penting AS Saat Imbal Hasil Obligasi Naik

Pound Sterling Melemah ke Sekitar 1,3234 Menjelang Data Penting AS Saat Imbal Hasil Obligasi Naik

Pound Sterling (GBP) melemah 0,22% terhadap Dolar AS dan diperdagangkan di sekitar level 1,3234 pada sesi Eropa hari Rabu, ketika Dolar AS tetap menguat seiring kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Sterling menjadi salah satu mata uang utama yang melemah pada hari itu, sementara Dolar AS mencatat penguatan terbesar terhadap Dolar Australia berdasarkan data pergerakan mata uang intraday.

Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,2% ke sekitar 101,36, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun meningkat ke sekitar 4,67% setelah melonjak tajam pada sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut terjadi setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat yang dirilis awal pekan ini menunjukkan hasil yang lebih kuat dari perkiraan.

Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) yang dirilis pada Selasa menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan di Amerika Serikat meningkat menjadi 7,594 juta pada Mei, melampaui estimasi konsensus sebesar 7,3 juta maupun angka April yang direvisi menjadi 7,585 juta. Data tersebut mendukung ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve dapat mempertahankan kebijakan moneter yang tetap ketat sambil terus mengevaluasi data ekonomi yang akan datang.

Perhatian pasar kini beralih ke laporan ADP Employment Change dan ISM Manufacturing PMI bulan Juni yang akan dirilis pada Rabu, menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Juni pada Kamis. Laporan tersebut diperkirakan menjadi salah satu rilis ekonomi Amerika Serikat yang paling diperhatikan minggu ini.

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga dijadwalkan menyampaikan pidato pada sesi Amerika Utara. Pelaku pasar akan mencermati pernyataannya untuk memperoleh petunjuk tambahan mengenai prospek ekonomi dan arah kebijakan moneter.

Investor diperkirakan akan tetap berfokus pada data ekonomi Amerika Serikat yang akan datang serta komentar para pejabat Federal Reserve guna memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai prospek kebijakan moneter dan arah pergerakan Dolar AS.