Zloty Polandia Menghadapi Penurunan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Setelah Inflasi Lebih Lemah – Commerzbank

Zloty Polandia Menghadapi Penurunan Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Setelah Inflasi Lebih Lemah – Commerzbank

Data inflasi Polandia pada Juni yang lebih rendah dari perkiraan telah mendorong pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Nasional Polandia (NBP). Menurut analis Commerzbank, Tatha Ghose, perkembangan tersebut dapat mengurangi salah satu faktor pendukung bagi Zloty Polandia (PLN).

Inflasi indeks harga konsumen (CPI) Polandia melambat menjadi 2,5% secara tahunan pada Juni, turun dari 3,1% pada Mei dan berada di bawah perkiraan konsensus sebesar 2,7%. Menurut Ghose, perlambatan tersebut terutama didorong oleh meredanya harga pangan dan energi, serta dapat mengindikasikan bahwa tekanan inflasi mulai berkurang.

Setelah data dirilis, harga kontrak Forward Rate Agreement (FRA) bergerak lebih rendah seiring penyesuaian ekspektasi pasar terhadap prospek kebijakan moneter. Ghose mengatakan peluang NBP untuk kembali menaikkan suku bunga kini telah turun menjadi "hampir nol", berbeda dengan ekspektasi yang berkembang beberapa minggu sebelumnya. Perhatian pasar kini semakin beralih pada kemungkinan pemangkasan suku bunga di masa depan, dengan sebagian analis menyebut Maret 2027 sebagai salah satu kemungkinan waktu dimulainya pelonggaran, sementara Commerzbank menilai pembahasan mengenai potensi pemangkasan suku bunga dapat muncul kembali pada kuartal keempat 2026.

Berkurangnya ekspektasi kenaikan suku bunga dapat mengurangi salah satu faktor pendukung bagi Zloty Polandia. Ghose menilai kondisi tersebut dapat menyebabkan PLN berkinerja lebih lemah dibandingkan Koruna Ceko (CZK), setelah kedua mata uang tersebut bergerak relatif sejalan dalam beberapa kuartal terakhir.

Pelaku pasar juga diperkirakan akan terus memantau perkembangan kebijakan moneter di kawasan Eropa Tengah dan Timur seiring perubahan ekspektasi terhadap bank sentral di kawasan tersebut. Pertemuan kebijakan NBP berikutnya serta data inflasi mendatang akan menjadi fokus utama untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan.