Analisis Teknis Pasar Mingguan

Analisis Teknis Pasar Mingguan

I. Latar Makro


Periode perdagangan 29 Mei diwarnai dua faktor utama: ketegangan hubungan AS–Iran dan rilis data inflasi AS yang beragam.

  • Negosiasi AS–Iran: AS meminta Iran menyerahkan uranium dengan tingkat kemurnian tinggi serta menjamin kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Iran menolak seluruh tuntutan tersebut, menegaskan tidak akan mengekspor uranium ke luar negeri dan tetap memegang kendali penuh atas jalur pelayaran di selat. Kebuntuan ini mendorong peningkatan aliran aset aman, yang berdampak langsung pada harga minyak mentah.


  • Kebijakan Fed & Inflasi: Indeks PCE inti bulan April naik 3,3% secara tahunan, merupakan level tertinggi sejak November 2023. Hal ini memperkuat ekspektasi Fed akan mempertahankan suku bunga dalam jangka panjang. Sementara itu, indeks PCE rata-rata terpotong (acuan utama Ketua Fed Walsh) naik 2,3% tahunan, turun dari 2,4% pada Maret. Ini menandakan tekanan inflasi inti mulai mereda. Perbedaan kedua indikator membuat pelaku pasar bersikap waspada dan cenderung menahan posisi.


II. Analisis Teknis Berdasarkan Jenis Aset


1. Indeks S&P 500


Indeks masih bertahan dalam tren kenaikan yang kuat.


  • Indikator Osilator: RSI(14) berada di angka 57, masih dalam wilayah tren naik; MACD juga bernilai positif. Hanya StochRSI yang mengirimkan sinyal jual, mengindikasikan potensi jeda kenaikan dalam jangka pendek.


Resistensi: 7.581,91 | 7.591,81 | 7.598,38

Dukungan: 7.565,44 | 7.558,87 | 7.548,97


Tren kenaikan jangka panjang tidak terganggu. Titik poros di 7.575,34 berfungsi sebagai dukungan yang kokoh. Jika harga berhasil menembus resistensi 7.581,91, indeks berpotensi melaju ke level 7.600.


2. Indeks Dow Jones

Dow Jones menunjukkan pola tren kenaikan yang ideal.


  • Indikator Osilator: RSI(14) di angka 62 menunjukan momentum positif. Namun, Stochastic telah memasuki wilayah jenuh beli, yang menandakan potensi tren naik akan terhenti sejenak.


Resistensi: 51.019,70 | 51.082,82 | 51.131,05

Dukungan: 50.908,35 | 50.860,12 | 50.797,00


Tren kenaikan terkonfirmasi kuat. Titik poros 51.000 menjadi level krusial untuk diawasi. Apabila harga bertahan di atas level ini, indeks berpeluang mencetak rekor tertinggi baru di atas 51.100.


3. Emas (XAU/USD)

Harga emas tertekan akibat penguatan Dolar AS. Berbagai indikator teknis menunjukkan sinyal beragam dan cenderung bearish.


  • Indikator Osilator: Stochastic RSI masuk wilayah jenuh jual, sedangkan RSI(14) berada di posisi netral 40. MACD menjadi satu-satunya indikator yang memberikan sinyal beli yang jelas.


Resistensi: 4.567,10 | 4.577,80 | 4.584,00

Dukungan: 4.550,20 | 4.544,00 | 4.533,30


Kecenderungan pasar: Netral hingga Bearish. Penembusan yang meyakinkan di bawah titik poros 4.510 akan mengkonfirmasi kelanjutan penurunan menuju level 4.500. Sebaliknya, harga perlu merebut kembali level 4.550 untuk mengembalikan momentum kenaikan.


4. Minyak Mentah WTI

Harga minyak mendapatkan dukungan dari premi risiko geopolitik serta momentum teknis yang positif.


  • Indikator Osilator: Seluruh indikator momentum (RSI, MACD, Stochastic) mengirimkan sinyal kenaikan, tanpa ada tanda sinyal jual.

Resistensi: 90,27 | 90,65 | 91,20 Dukungan: 89,34 | 88,79 | 88,41

Latar geopolitik menjadi fondasi harga yang kokoh. Titik poros 89,72 merupakan level dukungan terdekat. Penembusan level 90,27 akan membuka ruang kenaikan lebih lanjut.


5. Pasangan Mata Uang EUR/USD

Pasangan ini sepenuhnya berada dalam struktur tren penurunan.


  • Indikator Osilator: Stochastic RSI berada di wilayah jenuh jual, sementara MACD menunjukkan perpotongan garis naik yang lemah. Hal ini mengindikasikan adanya potensi pemulihan singkat sebelum tren penurunan berlanjut.


Resistensi: 1,1648 | 1,1652 | 1,1655

Dukungan: 1,1641 | 1,1638 | 1,1634


Tren penurunan masih tetap berlaku. Setiap pemulihan harga hanya bersifat koreksi, dan tekanan jual akan muncul kembali di sekitar titik poros 1,1645.


Sumber Gambar: Tradingview Analisis ini hanya untuk referensi riset pasar, bukan merupakan saran investasi. Seluruh data harga dan indikator diambil dari Investing.com.