API Melaporkan Penurunan Persediaan Minyak Lebih Kecil dari Perkiraan saat Pasar Memantau Ketegangan di Selat Hormuz

API Melaporkan Penurunan Persediaan Minyak Lebih Kecil dari Perkiraan saat Pasar Memantau Ketegangan di Selat Hormuz

American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah Amerika Serikat turun 56.000 barel pada pekan lalu, jauh di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan sebesar 2,7 juta barel. Dalam kondisi pasar normal, penurunan yang lebih kecil dari perkiraan umumnya dipandang sebagai sinyal kondisi pasar yang lebih lemah. Namun, perkembangan geopolitik terbaru tetap menjadi perhatian utama pasar energi.

Data persediaan API

  1. Pekan terbaru: -56.000 barel (perkiraan: -2,7 juta barel)
  2. Pekan sebelumnya: -399.000 barel
  3. Ini merupakan dua pekan berturut-turut dengan penurunan persediaan yang lebih kecil dibandingkan ekspektasi pasar.

Perkembangan pasar

WTI diperdagangkan di kisaran US$79,57–80,58 per barel, sementara Brent bertahan di atas US$85 per barel di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Amerika Serikat mengumumkan langkah-langkah tambahan yang memengaruhi aktivitas pelayaran Iran di Selat Hormuz. Menurut U.S. Energy Information Administration (EIA), sekitar 8,5 juta barel minyak masih melewati selat tersebut pada hari Minggu meskipun ketegangan berlanjut. Namun, aktivitas pelayaran dilaporkan melambat karena sebagian operator kapal meninjau kembali risiko keamanan.

OPEC juga menurunkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global tahun 2026 menjadi 800.000 barel per hari.

Konteks pasar

Pelaku pasar terus mengevaluasi data persediaan minyak dan perkembangan geopolitik. Selama periode ketidakpastian yang tinggi, faktor-faktor yang memengaruhi keamanan pasokan sering kali mendapat perhatian lebih besar dibandingkan data persediaan mingguan saja。