DBS: Arus Modal India Mendapat Dukungan Kebijakan setelah RBI dan Pemerintah Mengumumkan Langkah Baru

DBS: Arus Modal India Mendapat Dukungan Kebijakan setelah RBI dan Pemerintah Mengumumkan Langkah Baru

Menurut ekonom DBS, Radhika Rao, neraca eksternal India menghadapi tekanan yang berkelanjutan selama setahun terakhir, dengan melemahnya arus modal yang turut berkontribusi terhadap defisit neraca pembayaran pada tahun fiskal 2026 (FY26).

Perlambatan Arus Modal Membebani Neraca Eksternal

Dalam laporan yang dikutip FXStreet, Rao menyebut perlambatan arus investasi portofolio asing serta menyempitnya posisi bersih investasi langsung asing (FDI) sebagai faktor utama yang memengaruhi neraca eksternal. Ia juga mengatakan bahwa pelemahan arus modal, bersama perlambatan pinjaman luar negeri, berkontribusi terhadap berubahnya neraca pembayaran menjadi defisit pada FY26.

Memasuki awal FY27, arus keluar dana dari pasar saham masih cukup besar. Namun, DBS menyatakan bahwa arus investasi portofolio ke instrumen utang dan FDI mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan sehingga memberikan dukungan terhadap neraca modal.

RBI dan Pemerintah Meluncurkan Langkah Dukungan

Untuk memperkuat pembiayaan eksternal, Reserve Bank of India (RBI) bersama pemerintah memperkenalkan serangkaian langkah kebijakan pada Juni 2026 guna mendukung masuknya arus modal. Menurut DBS, langkah tersebut menunjukkan upaya otoritas untuk memperkuat kondisi pembiayaan eksternal di tengah tantangan yang masih berlangsung.

Prospek Inflasi Bergeser karena Risiko Geopolitik

Dalam bidang kebijakan moneter, DBS menilai perkembangan geopolitik kini menjadi risiko inflasi yang lebih menonjol dibandingkan gangguan terkait musim hujan. Berdasarkan penilaian tersebut, DBS menghapus proyeksi kenaikan suku bunga pada FY27 dari skenario dasar dan melihat adanya risiko penurunan terhadap proyeksi imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun sebesar 6,9% pada akhir tahun.

Defisit Fiskal Diperkirakan Sedikit Melebar

DBS memperkirakan defisit fiskal India akan melebar secara moderat pada FY27 akibat meningkatnya belanja subsidi dan pertumbuhan penerimaan negara yang lebih lambat. Laporan tersebut menyebut kondisi ini dapat menambah tantangan bagi pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan mempertahankan disiplin fiskal.

Fokus Pasar

Dari perspektif pasar, perkembangan arus modal, ekspektasi kebijakan moneter, dan kondisi fiskal diperkirakan tetap menjadi faktor penting bagi pasar keuangan India sepanjang FY27. Pernyataan lanjutan dari RBI maupun kebijakan tambahan terkait arus modal dapat memengaruhi imbal hasil obligasi pemerintah dan nilai tukar Rupee India seiring berkembangnya ekspektasi pasar.