Indeks Dolar AS turun 0,1% ke 100,99 pada hari Rabu setelah investor mencermati risalah rapat Federal Reserve bulan Juni. Sejumlah pelaku pasar menilai isi risalah tersebut lebih moderat dari perkiraan meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berlanjut.
Dolar AS sempat menguat pada awal perdagangan karena meningkatnya permintaan aset safe haven sebelum berbalik melemah setelah risalah Fed dirilis.
Risalah tersebut menunjukkan para pembuat kebijakan masih memiliki pandangan yang berbeda mengenai prospek suku bunga. Sebagian pejabat mendukung kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara sebagian besar menilai inflasi masih dapat bergerak menuju target 2% tanpa pengetatan kebijakan tambahan.
Dot plot yang dirilis pada Juni juga menunjukkan sebagian anggota Fed masih memperkirakan kenaikan suku bunga tahun ini, mencerminkan perbedaan pandangan mengenai prospek ekonomi.
Di pasar mata uang lainnya, dolar Selandia Baru menguat setelah Reserve Bank of New Zealand menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin, sementara dolar Australia juga mencatat kenaikan tipis.
