Dolar Mendekati Level Terendah Dua Bulan - Bisakah Inflasi AS Mengubah Cerita?

Dolar Mendekati Level Terendah Dua Bulan - Bisakah Inflasi AS Mengubah Cerita?

Dolar AS memulai pekan di dekat level terendah dua bulan, tetapi trader sudah melihat ke depan menuju ujian besar berikutnya: data inflasi AS.

Laporan pekerjaan lemah pekan lalu mengubah pandangan pasar tentang Federal Reserve. Gaji Juli turun 23.000, membuat kenaikan suku bunga lagi tampak kurang mendesak dan mendorong dolar lebih rendah.


Kini fokus beralih ke CPI.

Pasar memperkirakan inflasi inti naik sekitar 0,2% month-on-month pada Juli, menempatkan tingkat tahunan mendekati 2,5%. Pembacaan yang lebih lunak akan memberi Fed lebih banyak ruang untuk tetap sabar, sementara angka yang lebih panas dapat dengan cepat membawa kembali ekspektasi kenaikan suku bunga ke dalam percakapan.


Itu membuat langkah dolar berikutnya kurang sederhana dari yang terlihat.


CPI yang lebih lemah dapat menekan lebih lanjut dolar dan imbal hasil Treasury, berpotensi mendukung emas dan aset sensitif suku bunga lainnya. Angka yang lebih kuat dari perkiraan dapat melakukan sebaliknya.


Minyak menambah komplikasi lain.


Brent telah bergerak kembali ke sekitar 85 USD per barel karena ketidakpastian seputar Selat Hormuz terus berlanjut. Harga energi yang lebih tinggi dapat mempengaruhi ekspektasi inflasi, membuat tugas Fed lebih sulit bahkan jika pasar tenaga kerja melemah.


Bagi trader, kuncinya bukan sekadar apakah CPI melampaui atau meleset dari ekspektasi. Yang penting adalah apakah data mengubah pandangan pasar tentang langkah Fed berikutnya.


Cetakan inflasi yang lunak dapat memperkuat tren penurunan dolar baru-baru ini. Pembacaan yang lebih panas dapat memberi para bull dolar kesempatan untuk melawan.


Pasar kerja telah mengubah narasi suku bunga. Kini inflasi harus menentukan ke mana arah selanjutnya.