Goldman Sachs: Kebijakan Iran Menjadi Faktor Utama bagi Arus Minyak Selat Hormuz

Goldman Sachs: Kebijakan Iran Menjadi Faktor Utama bagi Arus Minyak Selat Hormuz

Harga minyak Brent naik ke sekitar US$80 per barel pada hari Rabu setelah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak menyusul laporan serangan terhadap kapal komersial di dekat Oman.

Dalam laporan risetnya, Goldman Sachs menyatakan bahwa pemulihan arus minyak melalui Selat Hormuz kini lebih dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dibandingkan kapasitas pengiriman.

Menurut Goldman Sachs, pengiriman minyak melalui Teluk Persia sempat pulih hingga lebih dari 80% dari tingkat sebelum konflik sebelum turun kembali ke kisaran lebih dari 70% dalam beberapa hari terakhir. Bank tersebut menilai kapasitas kapal tanker masih memadai, sehingga perkembangan kebijakan dan kondisi keamanan menjadi faktor yang lebih menentukan volume ekspor.

Goldman Sachs juga menyebut produksi minyak dari sejumlah negara Teluk masih berada di bawah tingkat sebelum konflik, sementara gangguan kilang di Rusia terus memberikan tekanan pada pasar bahan bakar global.