Harga emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan kecenderungan menguat tipis untuk hari kedua berturut-turut, bertahan di sekitar level US$4.000 pada sesi Eropa hari Kamis seiring pelemahan moderat dolar AS menjelang rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat bulan Juni.
Pelaku pasar terus mencermati komentar terbaru dari para pejabat Federal Reserve bersamaan dengan berbagai data ekonomi yang baru dirilis. Investor secara umum menilai pernyataan tersebut mencerminkan nada komunikasi yang relatif kurang hawkish, meskipun ekspektasi terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut tahun ini masih tetap kuat.
Menurut data CME FedWatch, pasar masih memperkirakan peluang yang cukup besar untuk setidaknya satu kali kenaikan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun. Ekspektasi tersebut dapat terus membatasi kenaikan harga emas meskipun logam mulia ini menunjukkan stabilisasi dalam beberapa sesi terakhir.
Sejumlah indikator ekonomi AS memberikan sinyal yang beragam. ADP melaporkan sektor swasta menambah 98.000 lapangan kerja pada Juni, lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya maupun ekspektasi pasar, sementara indeks ISM Manufacturing PMI juga melemah. Di sisi lain, indeks ISM Prices Paid turun secara signifikan, yang berpotensi mengindikasikan mulai meredanya tekanan biaya input.
Perkembangan geopolitik juga tetap menjadi perhatian pasar. Upaya diplomatik yang melibatkan Iran serta berlanjutnya aktivitas militer di Ukraina terus menjadi fokus investor dan dapat mendukung permintaan terhadap aset safe haven tradisional seperti emas.
Bagi pelaku pasar di Asia Tenggara, pergerakan harga emas tetap dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga Amerika Serikat, pergerakan dolar AS, serta perkembangan geopolitik global. Laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan dapat memperkuat ekspektasi terhadap kebijakan moneter yang lebih berhati-hati dan mendukung harga emas, sedangkan data yang lebih kuat dapat menguatkan dolar AS dan memberikan tekanan pada logam mulia.
Dari sisi teknikal, harga emas masih diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 100 periode. Area resistensi berada pada kisaran US$4.096–US$4.112, sementara level terendah tahun berjalan di sekitar US$3.941 tetap menjadi area support penting. Meskipun harga telah pulih dalam beberapa sesi terakhir, indikator teknikal secara umum masih mencerminkan prospek jangka pendek yang berhati-hati.
Sumber: TradingEconomics, CME Group FedWatch, ADP, ISM, US Bureau of Labor Statistics. Artikel ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.
