Harga Emas Rebound ke US$4.128 saat Pasar Menilai Perkembangan Geopolitik, Harga Minyak, dan Prospek The Fed

Harga Emas Rebound ke US$4.128 saat Pasar Menilai Perkembangan Geopolitik, Harga Minyak, dan Prospek The Fed

Harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.128,81 per ounce pada 8 Juli 2026 setelah turun 1,6% pada sesi sebelumnya. Investor terus mengevaluasi perkembangan geopolitik, pergerakan harga energi, serta ekspektasi terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Perkembangan terbaru terkait Iran dan perubahan kebijakan Amerika Serikat mengenai ekspor minyak Iran turut mendorong kenaikan harga minyak serta meningkatkan perhatian pasar terhadap prospek inflasi. Pada saat yang sama, pergerakan dolar AS dan ekspektasi suku bunga tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi harga emas.

Menurut analis OCBC, perkembangan geopolitik belakangan ini lebih banyak memengaruhi pasar melalui harga minyak, ekspektasi inflasi, dan prospek suku bunga. Bank tersebut menilai faktor-faktor tersebut dapat terus memengaruhi pergerakan logam mulia bersama dengan kondisi pasar yang lebih luas.

Pelaku pasar juga menantikan risalah rapat Federal Reserve bulan Juni untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai penilaian para pembuat kebijakan terhadap inflasi, pasar tenaga kerja, dan prospek ekonomi. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya meningkatkan biaya peluang untuk memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak turun 0,3% menjadi US$61,145 per ounce, sedangkan platinum melemah 0,2% menjadi US$1.639,60 per ounce.

Investor akan terus memantau perkembangan di pasar energi serta risalah rapat Federal Reserve bulan Juni untuk memperoleh informasi tambahan mengenai prospek inflasi dan arah kebijakan moneter. Bersama dengan perkembangan geopolitik yang sedang berlangsung, faktor-faktor tersebut dapat terus memengaruhi pasar logam mulia.