Harga emas melanjutkan penurunan untuk hari kedua berturut-turut, dengan harga spot turun 0,7% menjadi US$4.032,37 per ounce, karena pelaku pasar lebih berfokus pada potensi tekanan inflasi akibat kenaikan harga minyak meskipun data inflasi Amerika Serikat lebih rendah dari perkiraan. Perak turun 1,5% menjadi US$56,92, sementara platinum melemah 1,1% menjadi US$1.659,20.
Inflasi melambat, tetapi harga energi meningkat
Indeks Harga Produsen (PPI) AS secara tak terduga turun 0,3% pada Juni, menandai dua bulan berturut-turut pelemahan inflasi produsen. Meskipun data inflasi yang lebih rendah biasanya dianggap positif bagi emas, perhatian pasar beralih pada potensi dampak kenaikan harga energi terhadap prospek inflasi.
Faktor-faktor yang menjadi perhatian pasar meliputi:
- Harga minyak Brent dan WTI telah naik selama empat sesi berturut-turut.
- Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus memengaruhi kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
- Pelaku pasar terus memantau perkembangan yang dapat memengaruhi jalur pelayaran di kawasan tersebut.
- Gangguan pasokan energi yang berkepanjangan dapat meningkatkan biaya energi dan memengaruhi ekspektasi inflasi.
Pandangan pejabat Federal Reserve masih beragam
Komentar terbaru dari pejabat Federal Reserve menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai prospek inflasi.
- Ketua Fed Kevin Warsh menegaskan kembali komitmen terhadap target inflasi 2% dan menyatakan kebijakan dapat disesuaikan apabila tekanan inflasi berlanjut.
- Gubernur Lisa Cook menyatakan pengetatan kebijakan tambahan dapat dipertimbangkan jika inflasi tetap tinggi.
- Presiden Fed New York John Williams mengatakan posisi kebijakan saat ini sudah "well positioned".
Fokus pasar
Investor akan terus mencermati apakah kenaikan harga energi memberikan dampak yang berkelanjutan terhadap inflasi dan kebijakan moneter. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat terus memengaruhi permintaan terhadap emas serta pergerakan dolar AS.
Data pasar didasarkan pada harga spot XAU/USD, XAG/USD, dan XPT/USD per 04:56 UTC. Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan saran investasi.
