Harga Minyak Anjlok Lebih dari 8% Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran, Namun Gencatan Senjata Menghadapi Tantangan Awal

Harga Minyak Anjlok Lebih dari 8% Setelah AS Menangguhkan Serangan ke Iran, Namun Gencatan Senjata Menghadapi Tantangan Awal

Harga minyak mencatat penurunan harian terbesar sejak konflik dimulai setelah Amerika Serikat menangguhkan kampanye serangan udara selama dua minggu terhadap Iran. Menurut Reuters, minyak mentah WTI turun 8,21% menjadi US$81,98 per barel, sementara Brent merosot 9,31% menjadi US$87,77 per barel.

Mengapa Penangguhan Terjadi

Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran sedang melakukan pembicaraan yang "baik" dengan peluang mencapai kesepakatan, namun memperingatkan bahwa serangan militer dapat dilanjutkan apabila negosiasi gagal.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa keputusan tersebut mengikuti penilaian militer yang menyebut sebagian besar target telah tercapai. Laporan juga menyebut Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine menyampaikan kekhawatiran mengenai ketersediaan amunisi, meskipun Presiden Trump secara terbuka membantah pernyataan tersebut.

Gencatan Senjata Menghadapi Tantangan Awal

Beberapa jam setelah jeda diberlakukan, sejumlah perkembangan kembali menunjukkan masih tingginya ketegangan di kawasan:

  1. Arab Saudi mencegat pesawat nirawak yang menargetkan fasilitas minyak di dekat Riyadh dan menyalahkan kelompok yang didukung Iran di Irak.
  2. Pasukan Houthi di Yaman dilaporkan menyerang Pipa East-West yang memasok terminal ekspor Yanbu di Arab Saudi.
  3. Militer Iran menuduh Amerika Serikat berupaya melakukan "blokade maritim ilegal" di wilayah perairannya.
  4. Media pemerintah Iran melaporkan enam kapal dipaksa berbalik dari Selat Hormuz, namun laporan tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Isu Penting untuk Dipantau

Perselisihan hukum mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi isu penting.

Washington menegaskan bahwa kapal dagang harus tetap memiliki kebebasan bernavigasi melalui jalur dekat pantai Oman. Sementara itu, Teheran menyatakan memiliki kewenangan atas jalur pelayaran yang lebih dekat dengan wilayahnya dan mengindikasikan rencana untuk mengenakan biaya transit.

Perselisihan tersebut belum dibahas dalam kerangka perundingan yang dimulai pada Juni dan dijadwalkan berlanjut hingga Agustus. Isu ini tetap menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi kekhawatiran terhadap pasokan energi di masa mendatang.

Fokus Pasar

Harga minyak bereaksi tajam terhadap kabar penangguhan sementara aksi militer, yang menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Volatilitas pasar dapat tetap tinggi selama situasi di Selat Hormuz terus berkembang. Pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau perkembangan pelayaran yang telah dikonfirmasi serta pernyataan resmi untuk menilai potensi dampaknya terhadap pasar energi global.