Harga minyak bertahan menguat pada hari Kamis dengan WTI naik 0,6% menjadi US$73,94 per barel dan Brent meningkat 0,6% menjadi US$78,52 per barel, setelah melonjak lebih dari 8% pada sesi sebelumnya akibat meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Sentimen pasar tetap didukung oleh kekhawatiran terhadap pasokan energi setelah Joint Maritime Information Center yang dipimpin AS menaikkan tingkat ancaman di Selat Hormuz menjadi "severe" menyusul serangan terhadap sejumlah kapal komersial. Organisasi Maritim Internasional (IMO) juga meminta kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sejauh ini belum ada laporan mengenai gangguan besar terhadap ekspor minyak melalui Selat Hormuz. Namun, beberapa perusahaan pelayaran dilaporkan telah menunda atau mengubah rute pelayaran karena meningkatnya risiko keamanan.
Di sisi lain, Rusia memperpanjang pembatasan ekspor diesel hingga Juli, sementara data pemerintah AS menunjukkan persediaan bensin dan distilat kembali menurun, mencerminkan pasar bahan bakar olahan yang masih ketat.
