Harga Minyak Kembali Mendekati Level Pra-Konflik, ING Mempertanyakan Prospek Pemulihan Pasokan

Harga Minyak Kembali Mendekati Level Pra-Konflik, ING Mempertanyakan Prospek Pemulihan Pasokan

Harga minyak telah kembali ke kisaran sebelum konflik terbaru, namun para analis ING menilai pasar mungkin mengasumsikan pemulihan pasokan yang lebih cepat dan lebih berkelanjutan dibandingkan kondisi yang sebenarnya.

Dinamika Permintaan dan Pasokan Tetap Menjadi Fokus

Menurut ING, penurunan harga minyak baru-baru ini sebagian mencerminkan ketidakseimbangan sementara antara permintaan dan pasokan, bukan proses penyeimbangan pasar yang berkelanjutan. Pembeli fisik masih cenderung berhati-hati, sementara cadangan minyak strategis masih terus menambah pasokan ke pasar.

ING menyatakan kondisi tersebut kemungkinan tidak akan berlangsung dalam jangka panjang. Perusahaan tersebut memperkirakan pembeli fisik pada akhirnya perlu kembali ke pasar, sementara cadangan strategis juga dapat memerlukan pengisian ulang. Kedua faktor tersebut dapat berkontribusi terhadap meningkatnya tekanan kenaikan harga minyak.

Risiko Jangka Pendek Masih Tetap Ada

Meskipun harga minyak telah stabil di sekitar level sebelum konflik, ING menilai risiko dari sisi pasokan masih tetap ada. Menurut laporan tersebut, perubahan dalam keseimbangan permintaan dan pasokan dapat mendorong kenaikan harga dalam beberapa pekan mendatang meskipun kondisi pasar saat ini terlihat relatif stabil.

Prospek Inflasi Masih Belum Pasti

ING juga menyatakan bahwa dampak harga minyak terhadap inflasi kemungkinan baru akan menjadi lebih jelas pada akhir tahun ini. Secara khusus, ketidakpastian masih menyelimuti apa yang disebut sebagai second-round effects terhadap inflasi inti.

Perspektif Pasar

Dari perspektif pasar, perkembangan pasokan minyak, cadangan minyak strategis, dan permintaan fisik diperkirakan tetap menjadi faktor penting dalam beberapa bulan mendatang. Menurut ING, perubahan pada faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga seiring pelaku pasar terus mengevaluasi kondisi pasokan serta implikasinya terhadap inflasi dan kebijakan moneter.