Harga minyak terus melemah hingga penutupan perdagangan Senin, dengan Brent crude turun US$5,58 (5,77%) menjadi US$91,20 per barel pada 22.04 GMT, sementara WTI turun US$4,91 (5,50%) menjadi US$84,40 per barel, menurut data Reuters dari Singapura. Pelemahan ini memperpanjang penurunan yang dimulai pada akhir pekan ketika pasar mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya terbentuk.
Mengapa Harga Tetap Turun
Penurunan terjadi setelah Presiden Trump menghentikan sementara serangan AS terhadap Iran setelah dua pekan operasi militer. Perkembangan tersebut dipandang oleh pelaku pasar sebagai peluang bagi berlanjutnya upaya diplomatik.
Reuters juga melaporkan bahwa komitmen Iran terhadap penghentian serangan tetap bergantung pada apakah Amerika Serikat mempertahankan posisinya saat ini, sehingga ketidakpastian geopolitik masih belum sepenuhnya berakhir.
Perkembangan Pasar
- Brent turun 5,77%, sedikit lebih besar dibandingkan penurunan 5,50% pada WTI. Perbedaan ini dapat mencerminkan perubahan persepsi pasar terhadap risiko pasokan dari Timur Tengah, meskipun selisih harga kedua acuan minyak tersebut juga dipengaruhi berbagai faktor lainnya.
- Harga minyak dapat berubah dengan cepat selama periode volatilitas tinggi, dan harga yang dilaporkan dapat berbeda tergantung pada waktu pembaruan maupun bursa yang digunakan.
Prospek Pasar
Pelaku pasar kemungkinan akan terus memantau perkembangan dari Teheran dan Washington karena pengumuman diplomatik maupun militer selanjutnya dapat memengaruhi pasar energi dalam beberapa hari mendatang.
Sumber: Reuters (Singapura, 27 Juli). Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan telah ditinjau oleh editor. Artikel ini hanya bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi maupun keuangan. Pasar komoditas tetap memiliki tingkat volatilitas yang tinggi, terutama selama periode ketidakpastian geopolitik.
