Minyak Brent naik 1,7% menjadi US$95,62 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 1,5% menjadi US$88,18 per barel dalam perdagangan Asia pada Kamis, memperpanjang kenaikan menjadi lima sesi berturut-turut.
Kenaikan tersebut terjadi setelah kelompok Houthi mengklaim telah menyerang dua kapal tanker berbendera Arab Saudi, Encela dan Laylia, dengan menuduh kedua kapal tersebut melanggar apa yang mereka sebut sebagai blokade maritim.
Gangguan pelayaran menjadi perhatian
Data pasar pelayaran menunjukkan bahwa arus pengiriman minyak melalui Selat Bab el-Mandeb telah melambat dalam beberapa pekan terakhir karena sebagian kapal mengubah rute akibat meningkatnya kekhawatiran keamanan di kawasan.
Di saat yang sama, meningkatnya risiko terhadap pelayaran di Selat Hormuz membuat pasar semakin memperhatikan jalur ekspor alternatif, termasuk terminal Laut Merah milik Arab Saudi di Yanbu. Sejumlah analis pasar menyatakan bahwa gangguan yang terjadi secara bersamaan di kedua jalur tersebut dapat berdampak signifikan terhadap pasokan energi global, meskipun besarnya dampak akan bergantung pada lamanya gangguan berlangsung.
Persediaan minyak AS menjadi penyeimbang
Menurut U.S. Energy Information Administration (EIA), persediaan minyak mentah komersial Amerika Serikat meningkat 2,0 juta barel menjadi 411,7 juta barel pada pekan yang berakhir 17 Juli, berlawanan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan penurunan.
Persediaan bensin naik 0,8 juta barel, persediaan distilat bertambah 1,4 juta barel, dan total persediaan minyak bumi meningkat 11,6 juta barel.
Fokus pasar
Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan yang memengaruhi jalur pelayaran melalui Selat Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz, serta perubahan pada persediaan minyak global. Gangguan pelayaran yang berkepanjangan dapat meningkatkan biaya pengiriman dan asuransi, serta pada akhirnya memengaruhi biaya impor energi, khususnya di kawasan Asia.
Sumber: Reuters, Investing.com, U.S. Energy Information Administration (EIA), The National, dan CNN Business. Artikel ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.
