Departemen Energi Amerika Serikat pada Rabu mengonfirmasi bahwa Washington dan Riyadh telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama Nuklir Sipil Section 123, yang memungkinkan Arab Saudi mengembangkan reaktor AP1000 menggunakan teknologi Amerika Serikat.
Berbeda dengan perjanjian antara Amerika Serikat dan Uni Emirat Arab pada 2009, kerangka kerja tersebut mengizinkan Arab Saudi melakukan pengayaan uranium dan pemrosesan ulang bahan bakar nuklir bekas di dalam negeri sesuai ketentuan yang disepakati. Menteri Energi AS Chris Wright dan Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman menandatangani perjanjian tersebut bersama sebuah pengaturan pengamanan bilateral.
Ketentuan utama
- Masa berlaku perjanjian: sekitar 30 tahun
- Nilai kesepakatan: diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS
- Penerima manfaat komersial utama: Westinghouse, yang dimiliki bersama oleh Cameco dan Brookfield Asset Management
- Peninjauan Kongres: 90 hari sidang legislatif sesuai ketentuan hukum AS
- Perjanjian ini tidak mencakup Protokol Tambahan IAEA, yang memberikan kewenangan verifikasi lebih luas kepada para inspektur dan sering dianggap sebagai standar internasional dalam rezim nonproliferasi.
- Sumber industri menyatakan bahwa studi kelayakan dan lamanya pembangunan reaktor di tingkat global membuat proyek komersial kemungkinan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk direalisasikan.
Reaksi pasar
Saham Cameco naik 1,91% menjadi US$90,37, kemudian melanjutkan kenaikan ke sekitar US$90,70 dalam perdagangan setelah jam bursa.
Fokus pasar
Perjanjian ini ditandatangani di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Teheran, yang memicu kritik dari sejumlah anggota Kongres AS.
Senator Edward Markey menyatakan bahwa kesepakatan tersebut dapat memberikan Arab Saudi akses terhadap teknologi yang memiliki implikasi proliferasi, sementara Putra Mahkota Mohammed bin Salman sebelumnya mengatakan bahwa kerajaan hanya akan mengembangkan senjata nuklir apabila Iran terlebih dahulu memilikinya.
Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau proses peninjauan di Kongres AS serta perkembangan lebih lanjut terkait keamanan kawasan dan kebijakan nuklir, karena faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi sentimen jangka panjang terhadap perusahaan-perusahaan dalam rantai pasok energi nuklir.
Sumber: Reuters, Investing.com, Fortune, dan The Detroit News. Artikel ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.
