Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan Saat Konflik AS-Iran Memanas dan Risiko Pelayaran Meningkat

Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi Enam Pekan Saat Konflik AS-Iran Memanas dan Risiko Pelayaran Meningkat

Minyak Brent naik US$1,93 (2%) menjadi sekitar US$96 per barel pada pukul 00.11 GMT Kamis, level tertinggi sejak 8 Juni, setelah ditutup di US$94,07 pada sesi sebelumnya. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,7% menjadi US$88,27 per barel, melanjutkan kenaikan dari sesi Rabu.

Ketegangan geopolitik meningkat

Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap Iran untuk malam ke-12 berturut-turut setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Washington akan merespons serangan terhadap pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Korps Garda Revolusi Islam Iran mengklaim bahwa Selat Hormuz telah "ditutup sepenuhnya" dan melaporkan adanya kebakaran kapal tanker di dekat jalur pelayaran kawasan tersebut. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Secara terpisah, kelompok Houthi mengumumkan apa yang mereka sebut sebagai blokade laut di Selat Bab el-Mandeb. Organisasi keamanan maritim melaporkan bahwa kapal tanker berbendera Arab Saudi, Encelia, terkena serangan di Laut Merah, sementara Houthi mengklaim sekitar 10 kapal berbalik arah.

Mengapa Asia mencermati situasi ini?

Menurut International Energy Agency (IEA), Selat Hormuz mengalirkan sekitar 15 juta barel minyak mentah per hari, atau sekitar 34% perdagangan minyak mentah dunia yang diangkut melalui laut. China dan India bersama-sama menerima sekitar 44% dari volume tersebut.

Apabila gangguan terhadap jalur pelayaran berlangsung lebih lama, biaya impor energi bagi negara-negara Asia yang bergantung pada minyak Timur Tengah dapat meningkat.

Pasokan memberikan penyeimbang

Badan Informasi Energi Amerika Serikat (EIA) melaporkan bahwa persediaan minyak mentah AS meningkat 2 juta barel pada pekan lalu, berlawanan dengan survei Reuters yang memperkirakan penurunan 1,1 juta barel. Kenaikan persediaan ini memberikan sedikit penyeimbang terhadap kekhawatiran pasokan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik.

Fokus pasar

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan di Selat Hormuz dan Laut Merah, bersama dengan pergerakan harga minyak global. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar energi serta ekspektasi inflasi apabila gangguan pelayaran terus berlanjut.

Sumber: Reuters, Investing.com, U.S. Energy Information Administration (EIA), dan International Energy Agency (IEA). Artikel ini disusun hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran investasi.