Harga perak kembali melemah pada sesi perdagangan Eropa hari Selasa, dengan XAG/USD diperdagangkan di sekitar US$58,60, turun hampir 1% pada hari itu. Investor tetap memusatkan perhatian pada perkembangan di Timur Tengah setelah aktivitas militer baru di sekitar Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian di pasar energi.
Berbeda dengan emas yang umumnya dipandang sebagai aset safe haven, perak dipengaruhi oleh permintaan investasi sekaligus konsumsi industri. Oleh karena itu, kenaikan harga energi dapat memengaruhi perak melalui meningkatnya biaya produksi serta melemahnya permintaan dari sektor elektronik, energi surya, dan industri otomotif, yang merupakan pengguna utama logam tersebut.
Ketegangan geopolitik terbaru juga meningkatkan ekspektasi bahwa inflasi dapat tetap tinggi apabila harga energi terus naik. Ekspektasi tersebut dapat memengaruhi prospek kebijakan moneter Federal Reserve serta pergerakan Dolar AS, yang keduanya merupakan faktor penting bagi harga perak.
Menurut berbagai laporan media, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Iran tetap menganggap Selat Hormuz berada di bawah kedaulatannya sementara pembahasan diplomatik diperkirakan akan terus berlangsung. Meskipun upaya untuk meredakan ketegangan sedang dilakukan, ketidakpastian mengenai kondisi pelayaran di masa depan masih membuat investor bersikap hati-hati di pasar komoditas.
Indikator teknikal juga menunjukkan bahwa sentimen pasar masih lemah. XAG/USD diperdagangkan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari pada US$65,37, yang mengindikasikan bahwa tren penurunan masih berlanjut. Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di 31,85, mendekati level oversold yang umum dipantau di 30. Meskipun kondisi ini dapat mengindikasikan bahwa momentum jual mulai melambat, RSI saja belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren.
Di sisi kenaikan, level resistensi pertama berada di sekitar US$61,01, diikuti oleh EMA 20 hari di sekitar US$65,37. Di sisi penurunan, apabila tekanan jual berlanjut, perhatian pasar dapat beralih ke area support US$55,63.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Perkembangan diplomatik di Timur Tengah (Selasa)
Investor akan memantau pembahasan terkait aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz. Ketegangan geopolitik baru dapat memengaruhi pasar energi dan sentimen di pasar komoditas.
Laporan Nonfarm Payrolls AS (Kamis)
Laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat akan memberikan gambaran tambahan mengenai prospek kebijakan moneter Federal Reserve. Pelaku pasar akan menilai apakah data tersebut mengubah ekspektasi terhadap keputusan suku bunga di masa mendatang.
Indikator teknikal
Trader akan terus memantau RSI dan pergerakan harga untuk menilai apakah momentum pasar mulai stabil atau tren penurunan masih berlanjut.
Pergerakan harga minyak
Harga energi tetap menjadi faktor penting bagi perak karena memengaruhi biaya produksi industri dan ekspektasi inflasi. Volatilitas di pasar minyak dapat terus memengaruhi pergerakan harga perak dalam jangka pendek.
