Harga perak (XAG/USD) mencatat pemulihan moderat pada perdagangan Kamis, naik dari level terendah di sekitar US$56,35 hingga sempat menyentuh US$59,00 sebelum ditutup di kisaran US$58,00. Meskipun logam mulia ini berhasil mengakhiri sesi di zona positif, kenaikan tersebut terjadi setelah periode pelemahan yang panjang sehingga investor masih berhati-hati dalam menilai apakah pergerakan ini merupakan awal pembalikan tren atau hanya rebound teknikal sementara.
Apa yang Mendukung Rebound Harga Perak?
Beberapa faktor membantu menopang harga perak selama sesi perdagangan. Data Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan serta peningkatan pesanan barang modal menunjukkan aktivitas manufaktur yang tetap tangguh, sehingga mendukung prospek permintaan perak dari sektor industri.
Selain itu, data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat secara umum sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga meredakan kekhawatiran terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif dari Federal Reserve. Pelemahan dolar AS selama perdagangan juga memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia.
Namun, perak kembali melemah dari level tertingginya sebelum penutupan sesi, menunjukkan bahwa minat beli masih relatif terbatas.
Suku Bunga Tinggi Masih Menjadi Tekanan bagi Perak
Kondisi makroekonomi saat ini masih menjadi tantangan bagi aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti perak. Federal Reserve baru-baru ini mempertahankan suku bunga acuannya di 3,75% dan mengisyaratkan bahwa suku bunga kemungkinan tetap tinggi lebih lama seiring masih adanya tekanan inflasi.
Kenaikan imbal hasil riil biasanya mengurangi daya tarik logam mulia. Oleh karena itu, ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi terus memberikan tekanan terhadap harga perak setelah penurunan tajam dari level puncaknya pada awal tahun.
Sentimen Pasar Masih Berhati-hati
Pada awal tahun ini, harga perak didukung oleh sejumlah faktor, termasuk permintaan sebagai lindung nilai terhadap inflasi, prospek peningkatan kebutuhan industri dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan semikonduktor, serta permintaan aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Belakangan ini, sebagian faktor pendukung tersebut mulai melemah. Meredanya ketegangan geopolitik, turunnya harga energi, serta ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat telah mengurangi momentum kenaikan harga perak. Investor juga masih melakukan penyesuaian posisi setelah tingginya volatilitas pasar sepanjang tahun ini.
Level yang Perlu Diperhatikan
Support terdekat berada di sekitar US$55,50, sedangkan area resistensi pertama berada pada kisaran US$59,00–US$60,00. Pergerakan yang mampu bertahan di atas level rata-rata pergerakan utama dapat memperbaiki sentimen pasar, sementara penembusan di bawah area support dapat meningkatkan tekanan jual.
Indikator teknikal menunjukkan bahwa momentum pasar masih beragam. Meskipun tekanan jual mulai mereda, investor akan terus mencermati data ekonomi Amerika Serikat, pernyataan pejabat Federal Reserve, serta perkembangan sektor manufaktur global untuk memperoleh petunjuk mengenai arah pergerakan harga berikutnya.
Fokus Pasar
Pelaku pasar akan terus memantau rilis data ekonomi utama Amerika Serikat, pidato pejabat Federal Reserve, dan perkembangan aktivitas manufaktur global sebagai indikator yang dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga serta permintaan terhadap logam mulia.
Peringatan Risiko
Peringatan Risiko: Artikel ini disusun semata-mata untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi, nasihat keuangan, maupun rekomendasi untuk membeli atau menjual instrumen keuangan apa pun. Pasar logam mulia memiliki tingkat volatilitas yang tinggi dan dapat dipengaruhi oleh data ekonomi, kebijakan bank sentral, perkembangan geopolitik, serta perubahan sentimen investor. Investor disarankan untuk melakukan riset secara mandiri dan mempertimbangkan kondisi keuangan serta profil risikonya sebelum mengambil keputusan investasi.
