Imbal hasil obligasi pemerintah Jerman tenor dua tahun berada di sekitar 2,78% pada Selasa, sedikit di bawah puncak intraday Senin di 2,817% — level tertinggi sejak Maret 2024. Menurut Investing.com, volatilitas yang berlanjut di pasar energi telah mendorong investor memperkirakan ECB dapat mempertahankan sikap kebijakan moneter yang lebih hawkish.
Imbal hasil Bund 10 tahun bertahan di sekitar 3,15% menjelang keputusan kebijakan ECB pada Kamis.
Beberapa faktor yang mendukung ekspektasi tersebut meliputi:
- Ancaman terbaru Houthi mengenai blokade laut terhadap Arab Saudi meningkatkan kekhawatiran bahwa gangguan pasokan di Timur Tengah dapat kembali mendorong inflasi energi.
- Pasar swap suku bunga masih mencerminkan ekspektasi pengetatan kebijakan hingga awal 2027, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September yang telah banyak diperhitungkan pasar.
- Survei perusahaan di kawasan euro menunjukkan tekanan kenaikan upah dan harga jual mulai mereda, namun biaya energi olahan masih terus diteruskan ke sektor transportasi dan manufaktur.
Inflasi CPI kawasan euro turun menjadi 2,8% pada Juni dari 3,2% pada Mei, lebih rendah dari konsensus pasar sebesar 3,0%. Inflasi energi juga melambat menjadi 8,7% dari sebelumnya 10,8%, menurut Trading Economics.
Namun, proyeksi ECB pada Juni menaikkan perkiraan inflasi 2026 menjadi 3,0% akibat kenaikan biaya energi yang dipicu ketegangan geopolitik, sehingga menunjukkan bahwa ECB kemungkinan tetap mempertahankan pendekatan yang hati-hati.
Pelaku pasar akan mencermati penilaian ECB terhadap risiko geopolitik, harga energi, dan prospek inflasi. Pernyataan terkait gangguan jalur pelayaran atau dampaknya terhadap ekonomi dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan pergerakan pasar.
