Indeks Dolar AS Turun untuk Sesi Ketiga karena Pasar Menyeimbangkan Sentimen Risiko dan Ekspektasi The Fed

Indeks Dolar AS Turun untuk Sesi Ketiga karena Pasar Menyeimbangkan Sentimen Risiko dan Ekspektasi The Fed

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan di sekitar 101,20 pada sesi Eropa hari Selasa, memperpanjang pelemahannya menjadi tiga sesi berturut-turut. Pergerakan ini terjadi setelah muncul laporan mengenai meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjelang pembahasan diplomatik yang direncanakan, sehingga mengurangi permintaan terhadap aset safe haven. Di saat yang sama, ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat tetap tinggi terus memberikan dukungan bagi Dolar AS.

Permintaan terhadap Dolar AS meningkat dalam beberapa sesi terakhir ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah memicu kekhawatiran mengenai stabilitas kawasan dan pasokan energi global. Namun, laporan terbaru mengenai meredanya konflik telah memperbaiki sentimen pasar, mendorong investor beralih ke aset berisiko lebih tinggi dan mengurangi sebagian permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven.

Pergerakan mata uang juga mencerminkan perubahan sentimen tersebut. Dolar Selandia Baru, Euro, dan Pound Sterling menguat terhadap Dolar AS pada perdagangan hari Senin, sementara penguatan Yen Jepang dan Franc Swiss relatif terbatas. Perbedaan kinerja ini menunjukkan bahwa ekspektasi suku bunga tetap menjadi faktor penting di samping membaiknya sentimen risiko.

Faktor lain yang tetap memengaruhi Dolar AS adalah prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan CME FedWatch, pasar masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve lebih lanjut pada tahun ini. Investor kini memusatkan perhatian pada laporan Nonfarm Payrolls Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Kamis untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan kemungkinan dampaknya terhadap kebijakan moneter.

Meskipun perkembangan geopolitik terbaru telah mengurangi sebagian permintaan terhadap Dolar AS sebagai aset safe haven, ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve masih memberikan dukungan. Oleh karena itu, investor akan terus memantau baik data ekonomi maupun perkembangan geopolitik dalam menentukan arah pergerakan Dolar AS berikutnya.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Perkembangan diplomatik di Timur Tengah (Selasa)

Investor akan memantau apakah pembahasan diplomatik dapat mempertahankan stabilitas kawasan. Ketegangan baru dapat meningkatkan kembali permintaan terhadap aset safe haven, termasuk Dolar AS.

Laporan Nonfarm Payrolls AS (Kamis)

Laporan ketenagakerjaan akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat. Investor akan menilai apakah hasil tersebut memengaruhi ekspektasi terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve.

Pergerakan NZD/USD dan AUD/USD

Pergerakan Dolar Selandia Baru dan Dolar Australia dapat memberikan petunjuk tambahan mengenai sentimen risiko global ketika investor menyesuaikan posisi mereka.

DXY di sekitar level 101,00

Pelaku pasar akan terus mengamati apakah Indeks Dolar AS mampu bertahan di atas area 101,00 yang dipandang sebagai level teknikal penting dalam jangka pendek.