Kontrak berjangka indeks ekuitas AS merosot tajam pada hari Selasa, dipimpin oleh aksi jual agresif di seluruh saham teknologi kapitalisasi besar. Sentimen bearish menyebar ke saham bertema AI di Asia, karena para trader memantau perkembangan terbaru dari negosiasi damai AS-Iran yang sedang berlangsung.
Sektor teknologi Asia mengalami pembalikan tajam, memutuskan rekor kemenangan 8 sesi beruntun. Saham Korea Selatan jatuh hampir 10%, sementara pasar ekuitas Jepang juga merosot tajam.
Saham teknologi kapitalisasi besar sekarang bergerak dalam ayunan yang sangat sinkron: Alphabet tetap bearish, dan SpaceX melemah seiring memudarnya euforia spekulatif IPO. Sentimen risk-off telah menyebar ke seluruh sektor teknologi, dan investor menjadi sangat berhati-hati terhadap aset pertumbuhan.
Logika pasar telah mengalami pergeseran drastis dibandingkan siklus bull AI tahun lalu. Sebelumnya, saham berlabel AI apa pun mendapat pembelian institusional tanpa pandang bulu, terlepas dari fundamental operasionalnya.
Saat ini, pasar memasuki tahap verifikasi kinerja AI: investor menuntut pengembalian laba nyata untuk membenarkan belanja modal infrastruktur AI yang sangat besar. Perusahaan dengan arus kas negatif menghadapi tekanan valuasi besar, terutama SpaceX, yang mengumpulkan 75 miliar USD melalui pembiayaan IPO tanpa arus kas positif.
Sentimen pasar tetap rapuh minggu ini, dengan semua mata tertuju pada panggilan laba Micron Technology untuk mendapatkan isyarat permintaan industri AI yang terverifikasi.
"Sebagian besar investor memegang keuntungan mengambang yang cukup besar pada saham AI, dan pergerakan harga kecil akan memicu aksi ambil untung skala besar. Selain itu, saham teknologi tetap sangat sensitif terhadap ekspektasi kenaikan suku bunga Fed."
— Jian Shi Cortesi, Manajer Portofolio, Gam Investment Management
