Ringkasan Valas Global – 23 Juni – Starmer mengundurkan diri; GBP tertekan saat bank AS berbalik hawkish

Ringkasan Valas Global – 23 Juni – Starmer mengundurkan diri; GBP tertekan saat bank AS berbalik hawkish

📌 Sorotan Pasar Hari Ini


PM Inggris Starmer telah mengundurkan diri, memicu kontes kepemimpinan. Burnham mencalonkan diri untuk menggantikannya. Ketidakpastian politik membebani sterling. Sementara itu, bank AS berbalik hawkish. Bank of America sekarang memperkirakan tiga kenaikan suku bunga Fed tahun ini. Goldman memotong perkiraan resesi. Dolar tetap didukung.


🔴 Negatif untuk GBP karena risiko politik.


🟢 Positif untuk USD karena ekspektasi kenaikan suku bunga.


🔥 Perkembangan Pasar


USD


- Mantan Ketua Fed Greenspan meninggal pada usia 100 → Tokoh bersejarah. Tidak berdampak pasar.


- Ketua Fed Warsh akan bersaksi di hadapan DPR pada 14 Juli → Pasar akan mencari sinyal kebijakan.


- Direktur NEC Gedung Putih Hassett: Warsh tidak meminta saran dari Gedung Putih → Tanda independensi Fed. Tidak ada intervensi politik.


- Goldman: Memotong risiko resesi 12 bulan AS menjadi 15%, dari 25% → Lebih percaya diri pada prospek ekonomi. Sinyal positif.


- Bank of America: Sekarang memperkirakan kenaikan suku bunga Fed pada September, Oktober dan Desember 2026, masing-masing 25bp. Sebelumnya memperkirakan tidak ada perubahan tahun ini. → Pergeseran hawkish yang signifikan. Dolar mendapat dorongan jelas.


Pound


- PM Inggris Starmer mengumumkan pengunduran diri; Burnham akan mencalonkan diri sebagai PM → Ketidakpastian politik meningkat. Sterling tertekan.


- Anggota parlemen Inggris Burnham: Ketika ditanya tentang pemilihan umum, mengatakan itu "terlalu dini" → Tidak ada pemilihan segera. Tetapi ketidakpastian tetap ada.


Yen


- Menteri Keuangan Katayama: Mengadakan pembicaraan online dengan Menteri Keuangan AS Bessent tentang pasar global dan dampak konflik Iran. Kedua negara lebih selaras pada kebijakan valas. → Sinyal bersama yang langka. Pasar mengawasi.


- Kepala Sekretaris Kabinet Kihara: Akan mengambil tindakan tepat terhadap volatilitas valas jika diperlukan. Tidak berkomentar pada level spesifik → Intervensi lisan. Pasar diperingatkan.


Lainnya


- Menteri keuangan Korea: Nilai tukar saat ini terlalu tinggi → Intervensi lisan yang kuat. Won dipertahankan.


- Defisit perjalanan Korea dengan Jepang 2025 mencapai rekor tertinggi → Poin data. Bukan pendorong pasar.


- Menteri Perdagangan Malaysia: Malaysia menghadapi risiko tarif 10% potensial setelah 24 Juli terkait masalah kerja paksa → Risiko dagang meningkat. Dapat mempengaruhi ekspor.



💡 Analisis Teknis


GBP/USD


Pasangan ini tertekan oleh ketidakpastian politik setelah pengunduran diri Starmer. Sterling telah melemah karena pasar memperhitungkan risiko ketidakstabilan berkepanjangan. Bias jangka pendek tetap miring ke bawah. Support terlihat di sekitar 1,3300, dengan resistensi di 1,3450.


USD/JPY – 161,50


Resistensi: 162,00 (psikologis), 163,00

Support: 160,60-160,50 (pivot struktural), 156,32 (EMA 200 hari)


Pasangan ini bertahan stabil di dekat 161,50. Risiko intervensi membuat pedagang berhati-hati dan rentang tetap sempit. Secara teknis, penembusan minggu lalu di atas zona intervensi sebelumnya (160,50-160,60) mendukung pembeli. RSI mendekati 72 memasuki wilayah jenuh beli. MACD tetap positif. Selama 160,50 bertahan, penurunan kemungkinan akan dianggap sebagai koreksi dalam tren naik yang lebih luas.


🔮 Yang Perlu Dicermati Minggu Ini


- 🇬🇧 Perlombaan kepemimpinan Inggris – siapa yang akan menggantikan Starmer?

- 🇺🇸 Kesaksian Ketua Fed Warsh – sinyal kebijakan?

- 🇺🇸 Panggilan hawkish BOA – akankah bank lain mengikuti?

- 🇰🇷 Intervensi valas Korea – lisan atau nyata?

- 🇺🇸🇯🇵 Penyelarasan valas AS-Jepang – tindakan bersama?