Rali AI China Angkat Saham Teknologi, Sementara Raksasa Chip Korea Perpanjang Kerugian

Rali AI China Angkat Saham Teknologi, Sementara Raksasa Chip Korea Perpanjang Kerugian

Pasar Asia memulai minggu dengan kinerja beragam seiring investor melakukan rotasi di sektor AI, mendorong saham teknologi China naik sementara memperpanjang aksi jual pada produsen chip Korea Selatan.


Perbedaan ini menyoroti ketidakpastian yang berkembang atas valuasi AI, meskipun antusiasme terhadap terobosan baru tetap kuat.


Saham China mengungguli pasar regional setelah startup Moonshot AI meluncurkan model bahasa besar terbarunya Kimi K3, pesaing berbiaya rendah untuk model AI Barat terkemuka.


Pengumuman ini meningkatkan ekspektasi bahwa ekosistem AI China bisa menjadi lebih kompetitif, mendorong kenaikan di seluruh saham teknologi dan semikonduktor.


Shanghai 50 Composite naik 3%, CSI 300 naik 2,0%, sementara Hang Seng Index Hong Kong naik 2,5%.

Saham semikonduktor juga menguat, dengan SMIC dan Hua Hong Semiconductor mencatat kenaikan tajam seiring investor memposisikan diri untuk permintaan yang lebih kuat di seluruh rantai pasokan AI China.


Sebaliknya, KOSPI Korea Selatan turun hampir 4%, memperpanjang kerugian setelah aksi jual global saham terkait AI pekan lalu.


Raksasa chip Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun sekitar 4% karena investor terus mengurangi eksposur ke saham AI yang dinilai tinggi.


Aksi jual ini mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas bahwa persaingan yang semakin ketat di kecerdasan buatan dapat mempersulit perusahaan teknologi terkemuka untuk membenarkan valuasi premium mereka.


Sementara itu, ketegangan geopolitik yang meningkat di Timur Tengah terus mendukung harga minyak dan membuat investor berhati-hati menjelang pertemuan bank sentral yang akan datang.

Harga energi yang lebih tinggi dapat mempersulit prospek inflasi, mengurangi ekspektasi pelonggaran moneter yang agresif dalam beberapa bulan mendatang.


Untuk saat ini, perdagangan AI menunjukkan tanda-tanda yang jelas menjadi lebih selektif.


Alih-alih meninggalkan kecerdasan buatan sepenuhnya, investor tampaknya beralih ke perusahaan dan pasar yang mereka yakini menawarkan fase pertumbuhan berikutnya yang didorong AI, sambil mengambil untung di saham yang telah menikmati kenaikan substansial.