Ringkasan Utama
⚠️ Setidaknya dua tentara AS gugur akibat serangan pendukung Iran di Yordania; AS melakukan serangan udara ke Iran selama delapan malam berturut-turut. Rusia meluncurkan serangan rudal balistik skala besar ke Kyiv, memperluas ketegangan geopolitik dua lini.
📉 Saham teknologi AS melemah dan memicu penurunan pasar luas. Indeks Semikonduktor Philadelphia resmi memasuki pasar beruang dengan penurunan hampir 10% mingguan. Nasdaq terkoreksi hampir 3%, menghapus seluruh kenaikan bulan Juli.
🛢️ Eskalasi geopolitik menjadi pendorong utama lonjakan minyak mentah. WTI naik 15,52% dan Brent naik 15,91% secara mingguan seiring meningkatnya risiko gangguan pasokan energi global.
I. Proyeksi Pasar
Faktor Pendorong
Konflik mengalami peningkatan intensitas signifikan setelah konfirmasi korban jiwa tentara AS, menjadi titik balik dari bentrokan terbatas ke konfrontasi militer skala luas. Eskalasi dua lini di Timur Tengah dan Eropa Timur secara bersamaan menaikkan premi risiko geopolitik global.
Sentimen aman mendominasi pasar dan mengalahkan narasi pertumbuhan teknologi. Sektor semikonduktor terkoreksi tajam memasuki pasar beruang, indeks utama AS menghapus seluruh keuntungan bulan Juli, sementara harga minyak melonjak akibat risiko gangguan rantai pasok.
Analisis Eksklusif
Korban jiwa tentara AS menjadi titik balik utama ketegangan Timur Tengah, meningkatkan kemungkinan keterlibatan militer AS yang lebih dalam. Risiko ganda di Ukraina dan Timur Tengah masih belum sepenuhnya dihargai pasar. Sentimen defensif kini mendominasi dan menekan koreksi tajam sektor chip.
II. Pergerakan Pasar Semalam

— Saham AS: Dow -0,77%, S&P 500 -1,01%, Nasdaq -1,40%. Indeks utama turun beruntun. SOX -1,6%, turun hampir 10% mingguan dan resmi masuk pasar beruang.
— Saham Eropa: STOXX 600 -0,34%. Pasar regional terkoreksi seiring kenaikan risiko geopolitik.
— Pendapatan Tetap: Imbal hasil obligasi AS 10 tahun turun 2,8 bps ke 4,541% seiring aliran dana aman.
— Komoditas: Minyak WTI +4,48% (Mingguan +15,52%), Minyak Brent +4,59% (Mingguan +15,91%). Emas menguat tipis di tengah sentimen risiko.
— Valuta Asing: Mata uang G10 bergerak beragam; Sterling menguat tiga minggu berturut-turut, Yen stabil.
— Aset Kripto: Bitcoin stabil, Ethereum turun lebih dari 1,6% seiring sentimen risiko global.
III. Berita Makro
⚠️ Korban tentara AS buktikan eskalasi konflik parah
Kematian tentara AS menghapus asumsi pasar mengenai bentrokan terbatas. Serangan balasan Iran yang berkelanjutan dan serangan udara AS berulang menunjukkan ketegangan akan berlangsung tanpa solusi diplomatik segera.
🗣️ Perdana Menteri Baru Inggris akan menjabat
Burnham terpilih sebagai pemimpin Partai Buruh dan akan menjadi Perdana Menteri Inggris ketujuh dalam satu dekade. Kebijakan luar negeri dan fiskal baru akan menjadi fokus utama pasar di tengah ketidakpastian geopolitik global.
📉 Pasar properti AS terus melandai
Jumlah pembangunan rumah tunggal turun tiga bulan berturut-turut, izin bangunan menyentuh level terendah 10 bulan. Suku bunga hipotek tinggi terus menekan sektor perumahan.
📊 Inflasi impor melonjak tajam
Harga impor AS naik 7,1% YoY, tertinggi sejak Agustus 2022. Efek tarif dan dinamika nilai tukar membuat inflasi impor tetap persisten, membatasi penurunan inflasi secara keseluruhan.
IV. Berita Perusahaan Global
🚀 SpaceX makin terkoreksi: Penundaan peluncuran Starship membuat saham turun lagi 5%, valuasi pasar menyusut drastis. Perusahaan berupaya dapat kontrak komputasi AI Pentagon untuk meredakan tekanan valuasi.
💰 Meta rencanakan sewa komputasi AI senilai 10 miliar USD ke Anthropic: Kesepakatan skala besar ini mengubah strategi Meta dari persaingan model menjadi penyedia infrastruktur AI.
🚗 Micron perluas pangsa chip AI di sektor otomotif: Bekerja sama dengan Qualcomm untuk kendaraan berbasis perangkat lunak. Pelaku Wall Street mulai mengurangi eksposur semikonduktor seiring kekhawatiran perlambatan belanja modal cloud.
V. Fokus Penting Hari Ini
· Pelantikan Perdana Menteri Inggris: Pantau sikap luar negeri dan arah fiskal baru yang akan mempengaruhi pergerakan Poundsterling dan obligasi Inggris.
