Bitcoin turun 2,8% menjadi US$62.924,8, menghapus pemulihan singkat pada pekan ini dan menempatkannya di jalur penurunan mingguan sekitar 1,4%. Secara year-to-date, Bitcoin telah melemah sekitar 28%.
Sinyal The Fed membebani sentimen
Sentimen pasar berubah setelah sejumlah pejabat Federal Reserve mengindikasikan bahwa suku bunga dapat bertahan lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Meskipun data inflasi AS yang lebih lemah sempat mengurangi ekspektasi pengetatan lanjutan, Presiden Fed Dallas Lorie Logan dan Gubernur Federal Reserve Christopher Waller menyatakan kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin diperlukan apabila inflasi tetap tinggi.
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh juga menegaskan kembali target inflasi 2%, tanpa memberikan rincian mengenai jalur kebijakan selanjutnya.
Ketegangan geopolitik masih tinggi
Harga minyak naik minggu ini seiring meningkatnya ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz. Pejabat Iran juga memperingatkan bahwa jalur pelayaran lain di Timur Tengah dapat mengalami gangguan, sehingga meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.
Perkembangan tersebut telah meningkatkan sentimen risk-off di pasar keuangan, dengan aset kripto termasuk di antara aset yang mengalami volatilitas lebih tinggi.
Arus dana ETF berbalik
Menurut SoSoValue, ETF Bitcoin spot di Amerika Serikat diperkirakan mencatat arus keluar bersih sebesar US$56,6 juta minggu ini, berbalik dari arus masuk US$197,4 juta pada minggu sebelumnya.
Altcoin juga melemah
- Ether: −4,7% menjadi US$1.831,68
- Solana: −3,6%
- Cardano: −2,5%
- BNB: −2,3%
- XRP: −1,7% menjadi US$1,0869
- Dogecoin dan $TRUMP: sekitar −2%
Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan kebijakan moneter AS dan situasi geopolitik, karena keduanya masih menjadi sumber ketidakpastian utama dalam jangka pendek.
