Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan Saat Gencatan Senjata AS-Iran Runtuh dan Risiko Keamanan Laut Merah Meningkat

Harga Minyak Melanjutkan Kenaikan Saat Gencatan Senjata AS-Iran Runtuh dan Risiko Keamanan Laut Merah Meningkat

Harga minyak naik tipis pada perdagangan Jumat setelah ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, sementara meningkatnya risiko keamanan di Laut Merah menambah kekhawatiran terhadap jalur pasokan energi global.

  1. Brent: US$84,30 per barel (+0,08%)
  2. WTI: US$79,11 per barel (+0,2%)

Kedua acuan minyak tersebut telah naik hampir 12% sepanjang pekan ini.

Analis menilai risiko pasokan semakin luas

Menurut Tim Waterer, Chief Market Analyst di KCM Trade, kekhawatiran terhadap potensi gangguan di Selat Hormuz maupun Laut Merah telah meningkatkan premi risiko geopolitik di pasar minyak.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa kekhawatiran keamanan kini meluas hingga ke Laut Merah, sehingga meningkatkan kemungkinan gangguan tambahan terhadap jalur pelayaran.

Ketegangan militer masih berlangsung

Menurut U.S. Central Command, pasukan Amerika Serikat melanjutkan serangan terhadap target militer Iran setelah operasi yang ditingkatkan pada awal pekan.

Iran juga melaporkan serangan rudal dan drone terhadap fasilitas militer AS di kawasan tersebut, sementara Qatar menyatakan telah mencegat sebuah rudal Iran pada Jumat pagi.

IEA menyoroti keamanan energi

Dalam acara Council on Foreign Relations, Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan bahwa keamanan pasokan minyak masih menjadi isu penting dan akan tetap menjadi perhatian apabila situasi tidak membaik dalam beberapa minggu ke depan.

Prospek pasar

Menurut analis IG, bertahannya harga di atas kisaran pertengahan US$70 per barel menunjukkan struktur pasar saat ini masih relatif kuat, sementara perkembangan geopolitik tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi sentimen pasar.