Mata Uang Asia Bergerak Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Pelemahan Dolar AS

Mata Uang Asia Bergerak Stabil di Tengah Ketegangan Timur Tengah dan Pelemahan Dolar AS

Mata uang Asia diperdagangkan dalam kisaran sempit pada Jumat karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mengurangi selera risiko, sementara dolar AS stabil setelah sempat melemah pada awal pekan.

Indeks Dolar AS naik 0,1% menjadi 100,79.

Mata uang Asia Tenggara

  1. USD/MYR naik sekitar 0,3% setelah inflasi Malaysia pada Juni melambat menjadi 1,9%, mendukung ekspektasi pasar bahwa Bank Negara Malaysia dapat mempertahankan kebijakan moneternya.
  2. USD/SGD relatif tidak berubah setelah surplus perdagangan Singapura menyempit dan pertumbuhan ekspor nonmigas melambat.
  3. USD/IDR turun 0,14%. DBS memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, yang mencerminkan perbedaan ekspektasi kebijakan moneter antara Indonesia dan Malaysia.

Perkembangan mata uang regional

Yen Jepang tetap berada di dekat level terendah dalam empat dekade di tengah perbedaan suku bunga yang lebar antara Amerika Serikat dan Jepang serta ekspektasi stimulus fiskal tambahan.

Menteri Keuangan Satsuki Katayama kembali menegaskan kesiapan pemerintah untuk merespons volatilitas nilai tukar yang berlebihan.

Yuan Tiongkok tetap berada di jalur penguatan mingguan menjelang keputusan Loan Prime Rate dari People's Bank of China pekan depan.

Prospek Federal Reserve

Komentar terbaru dari sejumlah pejabat Federal Reserve memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga AS dapat bertahan lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Fokus pasar

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan kebijakan moneter di Asia Tenggara serta pernyataan resmi terkait kebijakan nilai tukar Jepang karena keduanya dapat memengaruhi pasar valuta asing regional.