WTI Tembus di Atas USD 83—Apakah USD 90 Target Berikutnya untuk Minyak?

WTI Tembus di Atas USD 83—Apakah USD 90 Target Berikutnya untuk Minyak?

Minyak mentah WTI melanjutkan reli pada hari Senin, naik di atas USD 84 per barel setelah menembus level resistensi kunci USD 83.


Pergerakan ini terjadi ketika ketegangan yang meningkat antara AS dan Iran memicu kekhawatiran baru atas pasokan minyak, dengan konflik yang semakin mengancam infrastruktur energi penting dan jalur pelayaran di Timur Tengah.


Sentimen pasar memburuk selama akhir pekan setelah Iran menyatakan bahwa gencatan senjata dengan AS secara efektif runtuh dan melaporkan telah mencegat beberapa kapal yang melintasi Selat Hormuz.


Pada saat yang sama, serangan terhadap fasilitas energi dan infrastruktur pelabuhan telah memperkuat kekhawatiran gangguan pasokan, membantu mengangkat harga minyak hampir 30% dari level terendah Juli.


Latar belakang makro yang membaik juga memperkuat prospek teknikal.

WTI telah menyelesaikan pemulihan berbentuk V pada grafik harian, dengan penembusan tegas di atas USD 83 menandakan bahwa momentum bullish tetap terkendali.


Dari perspektif teknikal, USD 83 kini menjadi level support kunci pertama.


Selama harga tetap di atas area ini, target kenaikan berikutnya adalah zona resistensi USD 88–90, di mana penjual dapat mulai muncul kembali.


Level USD 90 mungkin terbukti sangat penting untuk tren jangka menengah.


Penembahan berkelanjutan di atas level ini akan memperkuat argumen bahwa tren turun yang lebih luas dari puncak Maret di dekat USD 119,50 telah mulai berbalik.


Namun, kegagalan bertahan di atas USD 83 dapat memicu aksi ambil untung setelah reli baru-baru ini dan mengarah ke periode konsolidasi.


Untuk saat ini, gambaran teknikal dan latar belakang geopolitik terus mendukung harga yang lebih tinggi.


Apakah WTI dapat memantapkan dirinya di atas USD 83 dapat menentukan apakah pasar memiliki momentum yang cukup untuk menantang pencapaian USD 90 dalam beberapa minggu mendatang.