📌 Berita Utama
Produksi OPEC turun ke terendah dalam lebih dari 20 tahun; kilang Rusia terkena serangan drone
Peristiwa: Survei Reuters menunjukkan produksi minyak mentah OPEC turun 1,06 juta barel per hari pada Mei ke level terendah dalam lebih dari 20 tahun. Secara terpisah, kilang Kuibyshev Rusia berhenti beroperasi setelah serangan drone.
Mengapa penting: Pasokan terus mengencang. OPEC memompa pada level yang belum terlihat dalam beberapa dekade, dan penyulingan Rusia terus menerima pukulan. Pasar kehilangan pasokan dari berbagai sisi.
Dampak pasar: 🟢 Mendukung harga minyak. Gangguan pasokan semakin cepat.
🔥 Perkembangan Pasar
Energi
- 🇷🇺 Kilang Kuibyshev Rusia berhenti beroperasi setelah serangan drone → Satu kilang Rusia lagi offline. Ekspor produk akan semakin mengencang.
- 🇮🇳 India mempertimbangkan Kanada sebagai pemasok minyak mentah potensial → Diversifikasi dari sumber tradisional. Pergeseran jangka panjang.
- 🇺🇸 EIA: Stok Cadangan Minyak Strategis terendah sejak 18 Agustus 2023 → SPR terkuras cepat, meninggalkan lebih sedikit bantalan untuk keadaan darurat.
- 📊 Survei Reuters: Produksi OPEC Mei turun 1,06 juta barel/hari ke terendah dalam lebih dari 20 tahun → Lihat Berita Utama.
- 🇺🇸 Menteri Energi AS Wright: Minyak akan dimasukkan kembali ke SPR awal tahun depan. Hampir 100 kapal telah menggunakan pengecualian Jones Act. → Pengisian ulang akan datang, tetapi belum sekarang. Jumlah pengecualian yang diberikan menunjukkan pemerintahan merespons secara aktif.
- 🇮🇶 Irak ingin meningkatkan ekspor minyak Kurdistan untuk memastikan pembayaran gaji → Lebih banyak pasokan dapat datang dari utara. Faktor negatif potensial jika terwujud.
- 🇮🇶 SOMO: Menetapkan harga jual resmi minyak mentah Basra medium Juli untuk Asia pada premi $0,30 per barel ke rata-rata Oman/Dubai → Premi kecil yang bertujuan menarik pembeli Asia dengan harga kompetitif.
- 🛢️ CEO Shell: Pasar minyak memiliki celah pasokan 1,2 miliar barel akibat krisis Selat. Tekanan naik pada harga minyak dan gas akan bertahan lama. → Peringatan tegas dari pemain industri besar. Celahnya sangat besar.
Geopolitik
- 🇺🇸 Militer AS mengkonfirmasi serangan hari kedua berturut-turut ke Iran → Eskalasi berlanjut. Tidak ada tanda-tanda berhenti.
- 🇺🇸 Trump mengatakan jutaan barel minyak meninggalkan Iran setiap malam. Menteri energi mengatakan dia tidak tahu. → Pesan yang bertentangan menciptakan ketidakpastian atas tingkat ekspor Iran yang sebenarnya.
- 🇺🇸 WSJ: CFTC mengusulkan aturan baru untuk mengatur pasar prediksi → Langkah regulasi yang bukan pendorong pasar komoditas.
- 🇩🇪 CEO Hapag-Lloyd: Setelah Selat dibuka kembali, perusahaan akan memikirkan ulang pengiriman jangka panjang ke Teluk. Tetapi banyak praktik akan kembali ke norma sebelum perang. → Beberapa perubahan mungkin bertahan, tetapi perubahan total tidak mungkin terjadi.
💡 Analisis Teknis
Sumber: Investing.com – Harga per 03:14 AM tanggal 11 Juni 2026 (GMT-4:00)
Minyak Mentah WTI – $90,33
Resistensi: 90,82 (R1) / 91,18 (R2) / 91,39 (R3) → Perlu menembus R1 untuk pemulihan
Support: 90,25 (S1) / 90,04 (S2) / 89,68 (S3) → Penetrasi di bawah S1 buka potensi turun lebih lanjut
MA menunjukkan kecenderungan jual kuat (1 Beli / 11 Jual). Indikator juga menunjukkan kecenderungan jual (1 Beli / 7 Jual). RSI di 48,4 netral. STOCHRSI di 0 oversold.
🔮 Yang Perlu Dicermati
- 🇷🇺 Serangan drone lebih lanjut pada kilang Rusia?
- 🇺🇸 Pengisian ulang SPR – waktu dan kecepatan
- 🇮🇶 Ekspor Kurdistan Irak – akankah terwujud?
- 🇺🇸🇮🇷 Serangan AS-Iran – akankah diplomasi muncul kembali?
- 🛢️ Celah 1,2 miliar barel Shell – reaksi pasar
