Senat Amerika Serikat memberikan suara 86 berbanding 12 pada Selasa untuk melanjutkan pembahasan Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026, sebuah rancangan undang-undang (RUU) sanksi bipartisan yang berpotensi memengaruhi perdagangan energi global apabila disahkan menjadi undang-undang.
Ketentuan utama RUU
Apabila ditandatangani menjadi undang-undang, RUU ini akan:
- Memberikan kewenangan untuk mengenakan tarif hingga 100% terhadap impor dari negara-negara yang memenuhi kriteria dalam RUU terkait pembelian minyak atau gas alam Rusia.
- Memberikan kewenangan untuk mengenakan tarif hingga 500% terhadap barang yang diimpor langsung dari Rusia.
- Melarang impor uranium dari Rusia.
- Memperpanjang Iran Sanctions Act hingga tahun 2031.
- Memberikan kewenangan kepada Presiden untuk menyesuaikan kebijakan tarif berdasarkan kondisi tertentu.
Status legislasi
- Senator Partai Republik Rand Paul menjadi satu-satunya senator yang memberikan suara menolak kelanjutan pembahasan RUU tersebut.
- RUU masih harus melalui beberapa pemungutan suara prosedural sebelum dapat memperoleh persetujuan akhir di Senat.
- Berdasarkan jadwal kerja Kongres saat ini, RUU tersebut diperkirakan belum akan diajukan kepada Presiden untuk dipertimbangkan sebelum akhir tahun ini.
- Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan dukungannya setelah meminta agar ketentuan sanksi terkait Iran dimasukkan ke dalam RUU, dan ketentuan tersebut kini telah menjadi bagian dari naskah RUU.
Fokus pasar
Mekanisme tarif yang diusulkan menargetkan negara-negara yang tetap membeli energi Rusia sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam RUU tersebut. Jika diberlakukan, langkah ini dapat memengaruhi biaya perdagangan internasional serta perdagangan energi global.
Sejumlah anggota parlemen juga menyampaikan kekhawatiran bahwa usulan tersebut dapat menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap perdagangan internasional apabila diterapkan.
Berdasarkan jadwal legislasi saat ini, meskipun RUU akhirnya disetujui, implementasinya masih harus melalui tahapan legislatif lanjutan. Pelaku pasar diperkirakan akan terus mencermati perkembangan berikutnya.
Sumber: Reuters, Axios, Senate Foreign Relations Committee.
