USD/CNY Bertahan di Sekitar 6,78 karena Strategi Cadangan Minyak China Melindungi Yuan dari Dampak Penuh Krisis Hormuz
11 Juni 2026 | Sesi Asia
USD/CNY diperdagangkan di sekitar level 6,78 pada hari Jumat, dengan penetapan kurs harian People's Bank of China (PBoC) menunjukkan titik tengah yuan yang sedikit lebih kuat dibandingkan sesi sebelumnya, menurut analis Commerzbank.
Di tengah guncangan harga minyak global yang biasanya akan menekan mata uang negara pengimpor minyak besar, yuan menunjukkan ketahanan yang cukup kuat. Alasannya adalah strategi pengurangan cadangan minyak yang dijalankan Beijing, yang secara diam-diam mengubah dinamika energi dan pasar valuta asing China.
Perbedaan Inflasi: Harga Produsen Melonjak, Harga Konsumen Tetap Terkendali
Data inflasi China bulan Mei yang dirilis minggu ini menunjukkan perbedaan yang sangat mencolok dan memiliki implikasi langsung bagi yuan maupun sektor manufaktur.
Indeks Harga Produsen (PPI) naik 3,9% secara tahunan pada Mei, meningkat tajam dari 2,8% pada April. Kenaikan tersebut didorong oleh krisis energi akibat konflik Iran serta meningkatnya biaya investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI).
Sebaliknya, Indeks Harga Konsumen (CPI) hanya naik 1,2% secara tahunan, sesuai perkiraan Commerzbank namun sedikit di bawah konsensus Bloomberg sebesar 1,3%.
CPI inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, melambat menjadi 1,1% dari 1,2% pada April.
Kesenjangan antara harga produsen dan harga konsumen kini menjadi yang terbesar sejak Juni 2022.
Fenomena ini mencerminkan tekanan margin yang serius bagi produsen hilir China. Mereka harus menanggung biaya bahan baku yang lebih tinggi, tetapi tidak dapat meneruskan kenaikan biaya tersebut kepada konsumen karena persaingan domestik yang sangat ketat.
Bagi yuan, kondisi ini memberikan sinyal yang bercampur.
Inflasi di tingkat produsen biasanya akan mendorong PBoC untuk membiarkan yuan melemah guna mendukung ekspor. Namun CPI yang tetap rendah memberi ruang bagi otoritas moneter untuk menjaga stabilitas mata uang tanpa memicu kekhawatiran inflasi domestik.
Strategi Cadangan Minyak: Mengapa China Tidak Panik Menghadapi Lonjakan Harga Energi
Faktor yang lebih penting bagi stabilitas yuan adalah respons Beijing terhadap hampir tertutupnya Selat Hormuz.
Alih-alih bersaing membeli minyak mahal di pasar internasional, China memilih menggunakan cadangan minyak yang telah dikumpulkan sebelumnya.
Impor minyak mentah China melalui jalur laut turun menjadi 6,36 juta barel per hari pada Mei, level terendah dalam lebih dari delapan tahun.
Kilang-kilang China menggunakan persediaan komersial yang sudah ada daripada membeli kargo minyak yang terdampak gangguan Hormuz dengan harga tinggi.
Skala cadangan energi China sangat besar.
Menurut Energy Information Administration (EIA), China memiliki sekitar 1,4 miliar barel minyak dalam cadangan strategis pada Desember 2025, terbesar di dunia.
Cadangan tersebut dibangun selama bertahun-tahun melalui impor minyak Rusia dan Iran dengan harga diskon yang secara konsisten melebihi kebutuhan konsumsi domestik.
Pada tingkat konsumsi saat ini, cadangan tersebut setara dengan sekitar 109 hari kebutuhan impor, cukup untuk menghadapi penutupan Selat Hormuz selama tiga hingga empat bulan tanpa mengalami kekurangan pasokan yang serius.
Data satelit yang dikutip Commerzbank menunjukkan bahwa China telah menggunakan hampir 25 juta barel minyak selama periode satu bulan hingga 7 Juni.
Ke depan, penarikan persediaan diperkirakan akan berlangsung sekitar 1 juta barel per hari.
Berkat cadangan ini, volatilitas harga minyak domestik selama krisis Hormuz hanya sekitar seperlima dari volatilitas pasar internasional.
Selain itu, kilang-kilang milik negara telah memangkas tingkat pengolahan ke level terendah sepanjang sejarah, sementara ekspor bahan bakar dibatasi berdasarkan kebijakan konservasi energi selama masa krisis.
Langkah-langkah ini semakin mengurangi paparan China terhadap lonjakan harga minyak global.
Apa Artinya bagi USD/CNY?
Stabilitas yuan di sekitar level 6,78 mencerminkan keberhasilan China dalam meredam dampak guncangan energi.
Tanpa strategi cadangan minyak tersebut, neraca transaksi berjalan China akan menghadapi tekanan yang jauh lebih besar akibat kenaikan biaya impor energi, yang secara teori akan menciptakan tekanan depresiasi terhadap yuan.
Sebaliknya, yuan justru telah menguat sekitar 5,86% dalam 12 bulan terakhir, sementara PBoC tetap mempertahankan kebijakan penetapan kurs yang stabil dan menunjukkan ketidaktoleranan terhadap pelemahan mata uang yang tajam.
Meski demikian, risiko masih ada dari kedua arah.
Di sisi negatif bagi yuan, indeks Caixin Manufacturing PMI bulan Mei turun ke 49,5 yang menandakan kontraksi aktivitas manufaktur. Selain itu, perbedaan suku bunga antara AS dan China tetap mendukung dolar AS karena pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember sebesar 72%.
Di sisi positif, berkurangnya pembelian minyak spot oleh China telah membantu menjaga harga Brent bergerak dalam kisaran US$88–US$100 per barel, sehingga mengurangi tekanan inflasi yang berpotensi memaksa PBoC mengubah arah kebijakannya.
Faktor yang Perlu Diperhatikan
Variabel terpenting bagi USD/CNY sepanjang Juni adalah perkembangan perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran.
Jika Selat Hormuz kembali dibuka secara penuh dan terverifikasi, harga minyak kemungkinan akan turun, biaya impor China akan berkurang, dan risiko depresiasi terbesar yuan akan menghilang. Kondisi tersebut berpotensi mendorong USD/CNY turun di bawah 6,75.
Sebaliknya, jika negosiasi gagal, pasar akan menguji apakah cadangan minyak strategis China sebesar 1,4 miliar barel cukup kuat untuk mempertahankan keseimbangan ini hingga kuartal ketiga.
Sumber Data: USD/CNY – Trading Economics (12 Juni 2026); PPI/CPI China Mei 2026 – Commerzbank melalui FXStreet; Cadangan minyak China – U.S. Energy Information Administration (EIA); Data impor minyak laut China – Analisis Investing.com; Caixin PMI – VT Markets.
Peringatan Risiko: Perdagangan valuta asing mengandung risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh modal investasi. Konten ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.
