USD/JPY Mendekati Puncak 40 Tahun: Akankah Jepang Intervensi Lagi?

USD/JPY Mendekati Puncak 40 Tahun: Akankah Jepang Intervensi Lagi?

USD/JPY melayang di dekat puncak 40 tahun - hanya selangkah lagi dari 162,00. Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 161,80 dalam sesi Asia Selasa, tepat di bawah ambang 162,00 - level terkuat sejak 1986. Akankah Jepang benar-benar intervensi kali ini?


Dua kekuatan makro utama mendorong USD/JPY. Pertama, selisih suku bunga AS-Jepang yang tetap lebar membuat carry trade berbasis yen tetap menarik, meskipun BOJ telah menaikkan suku bunga ke 1,00%. Kedua, ketidakpastian dari pembicaraan AS-Iran membuat dolar AS tetap diminati sebagai aset aman.


Namun, risiko intervensi dari Jepang masih mengintai. Kementerian Keuangan Jepang terus memperingatkan akan mengambil tindakan tegas untuk menekan depresiasi yen yang tidak teratur. Pada bulan Mei, intervensi rekor hanya memberikan rebound sementara, dan para trader kini waspada terhadap kemungkinan penjualan dolar mendadak jika USD/JPY menembus 162,00.



Secara teknis, pasangan ini masih dalam tren naik jangka pendek, diperdagangkan di atas EMA 20 hari di 160,85 - level support kunci. RSI di 74,55, berada di wilayah overbought, menandakan momentum naik yang kuat namun juga mengisyaratkan potensi koreksi.


Level 162,00 kini menjadi "garis depan" baru dalam perang mata uang Jepang-AS.


  • Support: EMA 20 hari di 160,85. Jika level ini ditembus, tren naik jangka pendek akan batal dan koreksi lebih dalam terbuka.


  • Resistensi: 162,00 adalah level psikologis utama. Jika ditembus, target berikutnya adalah 163,00 dan 164,00 - namun risiko intervensi akan semakin besar.


Pasar kini menunggu data payroll AS Juni akhir pekan ini, yang akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga Fed dan membentuk kembali pendorong fundamental pasangan ini.