USD/INR Bertahan di Sekitar 94,35 karena Harga Minyak dan Data Ketenagakerjaan AS Menjadi Penggerak Utama Pasar

USD/INR Bertahan di Sekitar 94,35 karena Harga Minyak dan Data Ketenagakerjaan AS Menjadi Penggerak Utama Pasar

USD/INR diperdagangkan di sekitar 94,35 pada sesi Eropa hari Selasa, dengan Rupee India secara umum tetap stabil menjelang dua peristiwa penting pekan ini, yaitu pembahasan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Kamis. Kedua perkembangan tersebut diperkirakan akan memengaruhi harga minyak dan Dolar AS, yang merupakan faktor utama bagi pergerakan Rupee.

India merupakan salah satu pengimpor minyak mentah terbesar di Asia, sehingga Rupee sangat sensitif terhadap perubahan harga energi global. Penurunan harga minyak Brent dalam beberapa waktu terakhir telah membantu meredakan kekhawatiran mengenai biaya impor, prospek inflasi, dan neraca transaksi berjalan India, sehingga memberikan dukungan bagi Rupee dalam beberapa pekan terakhir. Menurut Commerzbank Research, Rupee menjadi salah satu mata uang Asia dengan kinerja terbaik sepanjang bulan Juni.

Meskipun sentimen pasar membaik dalam beberapa waktu terakhir, ketidakpastian mengenai aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi perhatian investor. Pernyataan dari pejabat Iran menunjukkan bahwa pembahasan mengenai akses pelayaran di kawasan tersebut masih belum mencapai kesepakatan, sehingga perkembangan selanjutnya dapat terus memengaruhi harga minyak dan pada akhirnya berdampak pada Rupee.

Fokus penting lainnya adalah prospek kebijakan moneter Amerika Serikat. Berdasarkan CME FedWatch, pasar masih memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve pada tahun ini. Perhatian investor kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Kamis. Survei ekonom Bloomberg memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja sebesar 114.000, sementara tingkat pengangguran diperkirakan tetap berada di 4,3%. Hasil laporan tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan Federal Reserve serta arah pergerakan Dolar AS.

Dari sisi teknikal, USD/INR masih diperdagangkan di bawah Exponential Moving Average (EMA) 20 hari di sekitar 94,80, yang menunjukkan bahwa momentum jangka pendek masih terbatas. Area 94,10 tetap menjadi level support penting, sementara EMA 20 hari menjadi level resistensi pertama yang perlu diperhatikan. Investor akan mengamati apakah perkembangan ekonomi maupun geopolitik dalam beberapa hari ke depan dapat menjadi katalis bagi pergerakan pasangan mata uang ini keluar dari kisaran saat ini.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Perkembangan diplomatik di Timur Tengah

Investor akan memantau pembahasan antara Iran dan Amerika Serikat untuk melihat apakah situasi terus membaik atau justru kembali memanas. Perubahan yang signifikan dapat memengaruhi harga minyak dan sentimen pasar.

Laporan Nonfarm Payrolls AS (Kamis)

Laporan ketenagakerjaan akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat dan dapat memengaruhi ekspektasi terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve berikutnya.

Data ekonomi Amerika Serikat

Rilis data seperti ISM Manufacturing PMI, ADP Employment Change, dan JOLTS Job Openings sebelum laporan NFP dipublikasikan dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap hasil laporan ketenagakerjaan.

Level teknikal USD/INR

Pelaku pasar akan terus memantau level support di 94,10 serta level resistensi di sekitar EMA 20 hari pada 94,80 untuk memperoleh petunjuk mengenai arah pergerakan USD/INR dalam jangka pendek.