Yen Bertahan di Dekat Level Terendah 40 Tahun saat Ketegangan Timur Tengah Mendukung Dolar AS

Yen Bertahan di Dekat Level Terendah 40 Tahun saat Ketegangan Timur Tengah Mendukung Dolar AS

Dolar Amerika Serikat menguat terhadap sejumlah mata uang Asia pada 8 Juli 2026 karena perkembangan geopolitik di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap mata uang AS. Perhatian pasar juga tertuju pada perbedaan arah kebijakan bank sentral di kawasan.

Setelah langkah terbaru Amerika Serikat terkait Iran dan perubahan kebijakan lisensi ekspor minyak Iran, Indeks Dolar AS naik ke level tertinggi dalam satu minggu. USD/JPY menguat untuk sesi keempat berturut-turut ke sekitar ¥162,46, mempertahankan nilai tukar di dekat level tertinggi dalam beberapa dekade dan tetap menjadi perhatian pelaku pasar.

Perhatian juga tertuju pada prospek kebijakan Bank of Japan. Anggota Dewan BOJ Toichiro Asada mengatakan bahwa ia masih memerlukan bukti lebih lanjut mengenai inflasi yang didorong oleh permintaan sebelum mendukung pengetatan kebijakan lebih lanjut. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa para pembuat kebijakan masih terus mengevaluasi kondisi ekonomi sebelum mempertimbangkan langkah berikutnya.

Di Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,5%, sesuai dengan ekspektasi pasar. Bank sentral juga menyatakan bahwa pengurangan stimulus moneter lebih lanjut mungkin masih diperlukan, setelah itu dolar Selandia Baru menguat terhadap dolar AS selama sesi perdagangan.

Di Asia Tenggara, USD/MYR naik 0,3% menjadi 4,08 menjelang keputusan kebijakan Bank Negara Malaysia. Menurut OCBC, bank sentral diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 2,75%. USD/THB naik 0,2% menjadi 33,39, sementara USD/TWD bertambah 0,4% menjadi 32,01. Won Korea Selatan melemah 0,3% ke 1.509 setelah Kementerian Keuangan Korea Selatan menyatakan terus memantau perkembangan pasar.

Pelaku pasar juga akan mencermati risalah rapat Federal Reserve bulan Juni, data inflasi Tiongkok, dan keputusan kebijakan Bank Negara Malaysia. Perkembangan tersebut dapat memberikan informasi tambahan dalam menilai pergerakan mata uang kawasan di tengah kondisi ekonomi global yang terus berkembang.