Delapan belas negara bagian yang dipimpin Partai Demokrat, Washington D.C., dan Kota New York mengajukan gugatan ke pengadilan banding federal pada Selasa terhadap aturan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) yang menunda tenggat kepatuhan dalam penghapusan hydrofluorocarbons (HFC) pada sistem pendingin komersial. Para penggugat menilai aturan tersebut bertentangan dengan American Innovation and Manufacturing (AIM) Act 2020, yang menargetkan pengurangan produksi dan konsumsi HFC sebesar 85% pada 2036. Aturan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 27 Juli.
Tiga perkembangan yang menjadi perhatian industri:
Perpanjangan jadwal kepatuhan: Aturan EPA memungkinkan supermarket, toko serba ada, dan toko roti untuk tetap menggunakan sistem pendingin remote condensing dengan refrigeran yang memiliki nilai Global Warming Potential (GWP) di atas batas yang sebelumnya diizinkan, sehingga tenggat kepatuhan diperpanjang hingga 2032.
Implikasi bagi rantai pasok semikonduktor: Selain digunakan pada sistem pendingin komersial, HFC juga digunakan dalam sistem pendingin yang mendukung proses manufaktur semikonduktor. Jika aturan saat ini berubah melalui proses hukum, perencanaan kepatuhan perusahaan di sektor-sektor tersebut dapat terdampak.
Bagian dari pendekatan deregulasi yang lebih luas: Aturan ini mengikuti sejumlah kebijakan sebelumnya dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang melonggarkan regulasi terkait iklim dan energi. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebijakan mengenai HFC kemungkinan merupakan bagian dari agenda deregulasi yang lebih luas yang memengaruhi berbagai sektor industri.
Perbedaan pandangan antara negara bagian dan EPA
Jaksa Agung California Rob Bonta, bersama pejabat dari Massachusetts dan Washington, berpendapat bahwa penundaan tenggat kepatuhan merugikan perusahaan yang telah lebih dahulu berinvestasi untuk memenuhi aturan sebelumnya, sekaligus menguntungkan perusahaan yang menunda modernisasi fasilitas mereka.
EPA menyatakan bahwa perubahan jadwal tersebut bertujuan mengurangi biaya bagi dunia usaha dan konsumen dengan menghindari penerapan lebih awal teknologi pendingin yang lebih mahal. Menurut EPA, kebijakan ini sejalan dengan perintah eksekutif Presiden Donald Trump mengenai deregulasi yang diterbitkan pada Januari 2025.
Prospek pasar
Proses hukum ini dapat memengaruhi perencanaan kepatuhan bagi perusahaan di sektor peralatan pendingin, sistem HVAC industri, ritel komersial, dan manufaktur semikonduktor. Jika aturan tersebut dibatalkan oleh pengadilan, perusahaan yang terdampak mungkin perlu mempercepat jadwal investasi untuk memenuhi persyaratan kepatuhan. Hasil perkara ini juga dapat memengaruhi prospek permintaan terhadap refrigeran dengan nilai GWP yang lebih rendah seiring perusahaan menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi.
Sumber: Reuters; U.S. Environmental Protection Agency (EPA); American Innovation and Manufacturing (AIM) Act 2020.
