AUD/USD Mendekati Level 0,6950 Seiring Data Ketenagakerjaan AS yang Lemah Mendukung Rebound, Sementara Tren Turun yang Lebih Luas Masih Menjadi Perhatian

AUD/USD Mendekati Level 0,6950 Seiring Data Ketenagakerjaan AS yang Lemah Mendukung Rebound, Sementara Tren Turun yang Lebih Luas Masih Menjadi Perhatian

Dolar Australia (AUD) menguat untuk hari kedua berturut-turut pada Jumat, mendekati level 0,6950 setelah bangkit dari posisi terendah 0,6865 yang tercatat pada Kamis. Menurut data Trading Economics, pasangan AUD/USD berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan sekitar 0,6%, pulih sebagian setelah melemah lebih dari 2% selama dua pekan sebelumnya.

Pelemahan Dolar AS Menjadi Pendorong Utama

Rebound terbaru terutama didorong oleh pelemahan dolar AS secara luas.

Laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat untuk Juni menunjukkan bahwa ekonomi AS hanya menambah 57.000 lapangan kerja, jauh di bawah konsensus pasar sekitar 110.000. Data tersebut mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan CME FedWatch Tool, probabilitas tersirat kenaikan suku bunga pada Juli turun menjadi sekitar 18%, dari hampir 30% sehari sebelumnya. Sementara itu, probabilitas kenaikan suku bunga pada September juga menurun menjadi sekitar 52%, dibandingkan sekitar 65% sebelumnya.

Data Domestik Australia Juga Memberikan Dukungan

Data ekonomi domestik Australia turut memberikan dukungan bagi dolar Australia.

Indeks S&P Global Composite PMI direvisi naik menjadi 50,4 pada Juni dari estimasi awal 49,8, didukung oleh kembalinya sektor jasa ke zona ekspansi (50,5 dibandingkan 48,7) serta membaiknya aktivitas manufaktur (51,5 dibandingkan 50,7 pada estimasi awal).

Data terbaru tersebut menunjukkan adanya perbaikan aktivitas bisnis, meskipun sebelumnya Australia mencatat serangkaian indikator ekonomi yang lebih lemah, termasuk defisit perdagangan sebesar AUD 3,02 miliar pada Mei, yang sempat membebani pergerakan dolar Australia.

Gambaran Teknikal: Pemulihan di Tengah Tren Turun yang Lebih Luas

Pada grafik empat jam, Relative Strength Index (RSI) telah bergerak ke kisaran 60, sementara histogram MACD terus menunjukkan penguatan momentum.

Indikator-indikator tersebut secara umum diinterpretasikan sebagai sinyal bahwa kenaikan terbaru dapat mencerminkan pemulihan korektif setelah kondisi pasar sebelumnya berada di area jenuh jual (oversold).

Namun demikian, struktur teknikal secara keseluruhan masih menunjukkan kecenderungan bearish, karena AUD/USD masih diperdagangkan di bawah Simple Moving Average (SMA) 50 hari di sekitar 0,7072 dan SMA 200 hari di kisaran 0,6989, berdasarkan data model CoinCodex.

Konfigurasi ini umumnya diinterpretasikan sebagai indikasi bahwa setiap kenaikan harga masih dapat menghadapi area resistensi apabila tidak didukung oleh katalis positif tambahan.

Level-Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Resistensi

  1. 0,6950 – Fibonacci retracement 38,2% dari penurunan selama dua pekan
  2. 0,6976–0,7000 – Zona Fibonacci retracement 50%–61,8%, berdekatan dengan area terendah pertengahan Juni

Support

  1. 0,6935 – Level terendah sesi
  2. 0,6885 – Level terendah hari Kamis
  3. 0,6865 – Area support utama yang terbentuk pada Juni

Mengapa Hal Ini Penting bagi Trader di Asia Tenggara

AUD/USD secara luas dipantau sebagai salah satu indikator sentimen risiko di kawasan, bersama dengan pergerakan mata uang negara-negara ASEAN.

Dengan perhatian pasar saat ini lebih terfokus pada prospek kebijakan Federal Reserve, data inflasi Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis pekan depan dapat memainkan peran penting dalam membentuk arah pergerakan AUD/USD dalam jangka pendek, bersama dengan perubahan sentimen pasar global.

Analisis teknikal dan data harga mengacu pada FXStreet, Trading Economics, CME FedWatch Tool, dan CoinCodex. Konten ini disediakan hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.