Bitcoin sempat turun di bawah US$62.000 pada Selasa sebelum pulih ke sekitar US$63.890, turun 1,4% pada hari itu. Pelemahan ini terjadi ketika saham teknologi terkait AI mengalami tekanan bersamaan dengan meningkatnya sentimen risk-off di pasar mata uang kripto menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve pada Rabu.
Faktor penggerak pasar
- Indeks KOSPI Korea Selatan turun lebih dari 10% karena melemahnya saham semikonduktor terkait AI. Samsung Electronics dan SK Hynix terkoreksi di tengah kekhawatiran mengenai belanja infrastruktur AI serta persaingan di sektor chip memori.
- Nasdaq Composite menjadi satu-satunya indeks saham utama di Amerika Serikat yang ditutup melemah pada Selasa.
- Data CME FedWatch menunjukkan pasar memperkirakan sekitar 32% peluang terjadinya kenaikan suku bunga yang tidak terduga pada pekan ini, sementara ekspektasi pengetatan kebijakan pada September juga meningkat. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi umumnya dipandang kurang mendukung aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti Bitcoin.
- Arus dana keluar dari ETF Bitcoin spot yang terdaftar di Amerika Serikat terus berlanjut, seiring melemahnya momentum harga Bitcoin dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Perkembangan regulasi
- Senat Amerika Serikat menunda pembahasan CLARITY Act untuk memprioritaskan legislasi terkait sanksi terhadap Rusia serta proses persetujuan sejumlah nominasi.
- Penundaan tersebut mempersempit waktu pembahasan sebelum masa reses musim panas Senat. Jika RUU tersebut tidak dibahas sebelum reses, proses legislasi selanjutnya kemungkinan baru akan dilanjutkan pada masa sidang berikutnya.
- RUU tersebut sebelumnya telah disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS dengan hasil suara 294–134 dan Senate Banking Committee dengan hasil 15–9, namun hingga kini belum memperoleh pemungutan suara dalam sidang pleno Senat.
Pergerakan altcoin
- Ethereum turun 1,1% menjadi US$1.920,11.
- XRP melemah 2,0% menjadi US$1,065.
- Solana turun 1,9%.
- Dogecoin melemah 1,5%.
- Sementara itu, Cardano naik 0,9%.
Bagi pelaku pasar di Asia Tenggara
Pelaku pasar diperkirakan akan mencermati keputusan kebijakan Federal Reserve serta perkembangan terkait CLARITY Act, karena keduanya berpotensi memengaruhi sentimen pasar mata uang kripto dalam beberapa pekan mendatang.
Sumber: Reuters, CME Group, CoinDesk.
