Emas Bertahan di Sekitar US$4.335 karena Detail Kesepakatan Iran Masih Belum Jelas Menjelang Keputusan The Fed

Emas Bertahan di Sekitar US$4.335 karena Detail Kesepakatan Iran Masih Belum Jelas Menjelang Keputusan The Fed

Harga emas (XAU/USD) bertahan di kisaran US$4.335 pada awal sesi perdagangan Asia hari Rabu, pulih dari level terendah tahun ini yang tercatat pekan lalu setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan kerangka untuk mengakhiri konflik mereka. Fokus pasar kini beralih ke keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) yang akan diumumkan hari ini.

"Kesepakatan Sudah Selesai" — Namun Kedua Pihak Memiliki Versi Berbeda

Washington dan Teheran tengah bersiap menandatangani perjanjian damai sementara secara resmi. Namun, Bloomberg melaporkan bahwa kedua pihak sama-sama menggambarkan hasil tersebut sebagai kemenangan mereka sendiri, mengindikasikan bahwa rincian kesepakatan masih menjadi perdebatan.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada Bloomberg bahwa naskah lengkap perjanjian kemungkinan akan dipublikasikan dalam dua hari ke depan, menjelang upacara penandatanganan di Swiss.

Presiden Donald Trump pada hari Selasa mengatakan bahwa kesepakatan tersebut pada dasarnya telah "selesai" dan akan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Ia juga menegaskan bahwa AS tidak akan membayar kompensasi perang maupun menginvestasikan dana di Iran. Selain itu, Trump menyebut Selat Hormuz—jalur yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia melalui laut, menurut US Energy Information Administration (EIA)—dapat kembali dibuka paling cepat pada hari Jumat.

Ketidakjelasan inilah yang tetap menopang harga emas. Jika deeskalasi berlangsung secara permanen, daya tarik emas sebagai aset safe haven biasanya akan melemah. Namun karena kedua pihak sama-sama mengklaim kemenangan dan rincian perjanjian belum sepenuhnya dikonfirmasi, sebagian premi risiko masih bertahan di pasar. Hal ini membantu menjelaskan mengapa harga emas justru pulih alih-alih terus melemah meskipun sentimen berita semakin positif.

Keputusan The Fed: Bukan Sekadar Menahan Suku Bunga, tetapi "Dot Plot" yang Menjadi Fokus

The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50%–3,75% pada pertemuan hari Rabu.

Faktor yang lebih penting bagi pasar adalah perubahan ekspektasi arah kebijakan suku bunga. Menurut CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga pada bulan Desember kini turun menjadi sekitar 58%, dibandingkan hampir 70% seminggu lalu, seiring meredanya kekhawatiran terhadap potensi guncangan harga energi akibat konflik Iran.

Pelaku pasar juga akan mencermati konferensi pers Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, untuk melihat apakah ia lebih condong menaikkan suku bunga guna mengendalikan inflasi atau mulai mempertimbangkan pelonggaran kebijakan seperti yang berulang kali didorong Presiden Trump. Nada yang lebih dovish dapat menekan Dolar AS dan memperpanjang pemulihan harga emas, sementara sikap yang lebih hawkish berpotensi membatasi kenaikan emas di level saat ini.

Mengapa Ini Penting bagi Trader Asia Tenggara?

Dibukanya kembali Selat Hormuz akan membantu menurunkan tekanan biaya energi bagi negara-negara ASEAN pengimpor minyak seperti Thailand, Filipina, dan Vietnam, yang berpotensi mendukung mata uang mereka terhadap Dolar AS.

Di saat yang sama, bank sentral di berbagai negara berkembang—termasuk China, India, dan Turki—terus meningkatkan cadangan emas dalam beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari strategi diversifikasi cadangan devisa. Permintaan jangka panjang dari sektor resmi ini telah menjadi penopang penting bagi harga emas, bahkan ketika sentimen geopolitik memicu koreksi jangka pendek.

Yang Perlu Diperhatikan

Faktor-faktor utama yang akan menjadi perhatian pasar meliputi:

  • Teks lengkap kesepakatan AS-Iran yang diperkirakan dirilis dalam dua hari ke depan;
  • Upacara penandatanganan resmi pada hari Jumat serta jadwal pembukaan kembali Selat Hormuz;
  • Proyeksi ekonomi terbaru The Fed melalui "dot plot";
  • Nada pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam konferensi pers setelah rapat.

Jika muncul indikasi bahwa kesepakatan Iran mulai goyah atau gagal, permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven dapat kembali meningkat dengan cepat.

Sumber: Bloomberg, CME Group, US Energy Information Administration (EIA).

Pernyataan Risiko: Perdagangan CFD dan logam mulia memiliki tingkat risiko yang tinggi dan dapat mengakibatkan hilangnya seluruh modal yang diinvestasikan. Konten ini hanya bertujuan memberikan informasi dan bukan merupakan nasihat investasi.