Harga emas melanjutkan kenaikannya pada Rabu dan menembus US$4.100 per ons, didukung meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta menjelang pertemuan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Harga emas spot (XAU/USD) naik 1,0% menjadi US$4.119,54 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 1,2% menjadi US$4.123,90 per ons, setelah melonjak hampir 2% pada sesi sebelumnya. Perak (XAG/USD) naik 1,9% menjadi US$59,93 per ons, sedangkan platinum (XPT/USD) menguat 2,4% menjadi US$1.667,68 per ons.
Tiga faktor yang mendukung kenaikan harga emas:
Ketegangan geopolitik tetap tinggi: Aktivitas militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di sekitar Selat Hormuz, ancaman baru dari kelompok Houthi terhadap jalur pelayaran di Laut Merah, serta serangan di sekitar kawasan Laut Hitam terus meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Pertemuan The Fed semakin dekat: Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dijadwalkan menggelar pertemuan pada 28–29 Juli, yang akan diikuti dengan pengumuman kebijakan dan konferensi pers. Pelaku pasar terus mengevaluasi dampak kenaikan harga energi terhadap inflasi, bersamaan dengan tanda-tanda perlambatan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat.
Permintaan aset safe haven menguat: Harga emas tetap naik meskipun dolar AS menguat dan imbal hasil obligasi pemerintah AS meningkat. Menurut analis pasar IG Tony Sycamore, pergerakan ini menunjukkan bahwa investor masih memandang emas sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Level harga yang menjadi perhatian
Menurut IG, level terendah pada akhir Juni di sekitar US$3.942 per ons masih menjadi acuan penting bagi tren harga saat ini. Harga emas kini diperdagangkan di sekitar US$4.120 per ons, sementara level tertinggi awal Juli di kisaran US$4.202 per ons menjadi area harga berikutnya yang dipantau pasar. IG juga menyebut rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$4.494 per ons sebagai level teknikal jangka panjang.
Prospek pasar
Perhatian pasar diperkirakan akan tetap tertuju pada pertemuan kebijakan The Fed pekan depan serta perkembangan situasi di Timur Tengah, yang keduanya berpotensi memengaruhi sentimen di pasar logam mulia. Pelaku pasar juga akan terus memantau apakah emas mampu mempertahankan kenaikan baru-baru ini seiring dengan pergerakan harga perak dan pasar keuangan secara lebih luas.
Sumber: Reuters; Investing.com; IG (Tony Sycamore, Market Analyst).
