Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Lima Pekan akibat Ancaman Blokade Laut Merah dan Gangguan Pasokan Kazakhstan di Tengah Konflik Iran

Harga Minyak Bertahan di Level Tertinggi Lima Pekan akibat Ancaman Blokade Laut Merah dan Gangguan Pasokan Kazakhstan di Tengah Konflik Iran

Harga minyak naik untuk hari kedua berturut-turut pada Rabu, dengan Brent menguat US$1,00 (1,1%) menjadi US$92,01 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 82 sen (1,0%) menjadi US$85,16 per barel, didukung oleh berlanjutnya ketegangan militer yang melibatkan Iran serta meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan minyak global.

Tiga perkembangan yang meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan:

Ketegangan militer terus berlanjut: Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut setelah kedua negara kembali saling melancarkan serangan. Reuters melaporkan bahwa Iran menyerang fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania pada Selasa, sementara sistem pertahanan udara Kuwait mencegat sejumlah drone Iran. Harga Brent sempat mencapai level tertinggi dalam lima minggu sebelum kembali menguat pada Rabu.

Potensi gangguan pelayaran di Laut Merah: Kelompok Houthi di Yaman menyatakan akan menargetkan kapal yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi melalui Selat Bab el-Mandeb serta mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Reuters melaporkan bahwa tiga kapal tanker menuju China dan India mengubah rute pelayaran pada Selasa. Menurut ING, perubahan rute tersebut dapat meningkatkan waktu tempuh dan biaya pengiriman, terutama ketika lalu lintas melalui Selat Hormuz telah berkurang.

Ekspor minyak Kazakhstan menghadapi ketidakpastian: Caspian Pipeline Consortium menghentikan proses pemuatan minyak mentah Kazakhstan pada Senin setelah dugaan serangan drone terhadap terminal ekspornya di Laut Hitam. Ukraina belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut. Menurut ING, apabila gangguan berlangsung lebih lama, ekspor minyak Kazakhstan dapat terdampak dan pada akhirnya juga memengaruhi tingkat produksi di hulu.

Data persediaan tetap menjadi perhatian

Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan bahwa persediaan minyak mentah dan produk distilat Amerika Serikat meningkat pada pekan lalu, sementara persediaan bensin menurun. Laporan resmi dari U.S. Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan dirilis pada Rabu diharapkan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi penawaran dan permintaan minyak.

Prospek pasar

Pelaku pasar diperkirakan akan terus memantau perkembangan di Selat Hormuz, Selat Bab el-Mandeb, dan infrastruktur ekspor minyak di Laut Hitam karena ketiga wilayah tersebut tetap penting bagi pasokan minyak global. Data persediaan dari EIA juga diharapkan memberikan konteks tambahan terhadap kondisi pasar jangka pendek di tengah berlanjutnya perkembangan geopolitik.

Sumber: Reuters; ING Commodity Strategists; American Petroleum Institute (API); U.S. Energy Information Administration (EIA).