Harga Minyak Naik untuk Hari Ketiga Berturut-turut di Tengah Meningkatnya Ketegangan AS-Iran

Harga Minyak Naik untuk Hari Ketiga Berturut-turut di Tengah Meningkatnya Ketegangan AS-Iran

Harga minyak naik untuk hari ketiga berturut-turut pada perdagangan Asia hari Rabu. Minyak Brent menguat 1,7% menjadi US$86,15 per barel, sementara WTI naik 1,3% menjadi US$80,34 per barel, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua acuan harga tersebut diperdagangkan di dekat level tertinggi dalam sekitar satu bulan setelah naik hampir 10% sejak awal pekan.

Perkembangan terbaru

Dalam wawancara dengan Fox News yang ditayangkan pada 14 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan operasi militer dapat ditingkatkan apabila perundingan dengan Iran tidak kembali dilanjutkan. Ia juga menyatakan bahwa infrastruktur tertentu dapat menjadi sasaran militer, sementara fasilitas energi untuk saat ini belum menjadi target. Trump menambahkan bahwa pejabat AS masih menjalin komunikasi dengan pihak Iran.

Perkembangan pasar

  1. Amerika Serikat mengumumkan langkah-langkah tambahan yang memengaruhi aktivitas pelayaran Iran melalui Selat Hormuz.
  2. Trump juga mengatakan bahwa ia membatalkan usulan biaya transit sebesar 20% untuk kargo komersial yang melewati Selat Hormuz setelah berdiskusi dengan mitra di kawasan Teluk.
  3. Aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dilaporkan melambat di tengah berlanjutnya kekhawatiran terhadap kondisi keamanan.

Pelaku pasar juga membandingkan perkembangan terbaru dengan Short-Term Energy Outlook dari EIA yang dirilis pada 7 Juli, yang sebelumnya memproyeksikan harga Brent turun menuju US$70 per barel pada kuartal keempat 2026 apabila pasokan membaik. Perkembangan geopolitik terbaru meningkatkan ketidakpastian terhadap proyeksi tersebut.

Data dari American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 56.000 barel pada pekan lalu, lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar. Investor kini menunggu laporan resmi mingguan dari EIA untuk memperoleh gambaran lebih lanjut mengenai kondisi pasokan energi.