Cantor Fitzgerald kembali menegaskan peringkat Neutral dengan target harga US$8 untuk Lucid Group (NASDAQ: LCID) setelah produsen kendaraan listrik tersebut secara resmi membantah rumor mengenai kebangkrutan dan privatisasi dalam dokumen yang disampaikan kepada regulator. Lucid menyebut rumor tersebut "sepenuhnya tidak benar" dan menegaskan tidak membentuk komite khusus untuk mengevaluasi skenario tersebut. Perusahaan juga menyatakan bahwa AlixPartners berfokus pada peningkatan operasional, bukan persiapan proses kebangkrutan.
Target harga US$8 dari Cantor Fitzgerald dibandingkan dengan harga penutupan Lucid sebesar US$4,62 pada 14 Juli, sementara Baird mempertahankan target harga US$6 dengan rekomendasi Neutral. Perbedaan tersebut mencerminkan asumsi valuasi yang berbeda di antara para analis setelah volatilitas pasar baru-baru ini.
Posisi likuiditas
- Likuiditas pada akhir kuartal pertama 2026 mencapai US$3,2 miliar.
- Lucid memperoleh tambahan pendanaan US$1,05 miliar melalui Ayar Third Investment Company, Uber, dan penawaran saham publik.
- Perusahaan juga menarik US$800 juta dari fasilitas pinjaman yang telah disiapkan sebelumnya.
- Total likuiditas pro forma diperkirakan sekitar US$4,7 miliar.
Profitabilitas
Data InvestingPro menunjukkan Lucid mencatat margin laba kotor negatif sebesar 96% selama 12 bulan hingga kuartal pertama 2026, yang mencerminkan perusahaan masih mengalami kerugian operasional.
Kinerja operasional
Lucid mengirimkan 3.953 kendaraan pada kuartal kedua, lebih rendah dari konsensus pasar sebanyak 4.618 unit. Produksi mencapai 4.774 unit, juga di bawah perkiraan analis.
Perusahaan telah menunjuk Silvio Napoli sebagai CEO dan Alexander De Bock sebagai CFO, serta menarik kembali panduan produksi tahun 2026 pada kuartal pertama.
